Minggu, 27 Desember 2015

Memorial

0



Selamat Pagi, Ibu Pertiwi
Maafkan hati sunyi ini yang tak mampu mengerti caranya mengampuni
Yang kutahu hanya caci maki
Yang kurasa hanya pedih di dalam ulu hati
Tapi, karena diri ini disentil nyali…
Sehigga aku lupakan caranya berdamai dengan diriku sendiri
Aku terlalu dini untuk menahan ego diri
Aku terlalu berani untuk maju menantang kau… para petinggi
Tapi, bagaimana mungkin aku bisa berdiam diri sedangkan barisan kriminalisasi mentertawakan kami
Tapi bagaimana mungkin aku bisa terus berdiri
Membentangkan diri dari pagi bertemu pagi
Mengangkat kepala untukmu, Ibu Pertiwi
Di tengah mahalnya harga peduli
Maafkan aku yang mungkin tak akan sanggup, Gusti…
Saat aku memilih untuk pergi
Yang kudengar hanya hingar bingar
Aku berusaha menjadi tuli
Sampai akhirnya aku bosan mendengar tangisan si badan kekar
Maafkan hati sunyi ini yang tak mampu mengerti caranya mengampuni
Yang kutahu hanya caci maki
Yang kurasa hanya pedih di dalam ulu hati
Tapi, karena diri ini disentil nyali…
Sehigga aku lupakan caranya berdamai dengan diriku sendiri
Sampai aku temukan hari telah berganti
Meninggalkan kenangan yang hanya bisa disimpan dalam memori
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

0 komentar:

Posting Komentar

Follow Me

Facebook  Fanspage Twitter  Google+ Instagram gmail