Nama : Arie Ramadan
NIM : 1148020037
Kelas : Manajemen/IV/A
Soal:
1. Apa yang dimaksud manajemen aktiva dan pasiva ?
2. Bagaimana manajemen aktiva dan pasiva ?
3. Manfaat menejemen aktiva dan pasiva ?
Jawaban:
1. Pengertian Aktiva dan Pasiva
NIM : 1148020037
Kelas : Manajemen/IV/A
Soal:
1. Apa yang dimaksud manajemen aktiva dan pasiva ?
2. Bagaimana manajemen aktiva dan pasiva ?
3. Manfaat menejemen aktiva dan pasiva ?
Jawaban:
1. Pengertian Aktiva dan Pasiva
- Aktiva
a. Menurut S Munawir :
Aktiva adalah sarana atau sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh suatu kesatuan usaha atau perusahaan yang harga perolehannya atau nilai wajarnya harus diukur secara objektif.
b. Menurut Thompson Learning yang diterjemahkan oleh Skoussen dkk :
aktiva adalah kemungkinan keuntungan ekonomi di masa depan yang diperoleh atau dikontrol oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian dimasa lalu.
c. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia :
Aktiva adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
Bedasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa aktiva adalah sarana yang dimiliki oleh perusahaan yang harus dikelola dengan baik agar mendapat keuntungan dimasa depan.
Aktiva adalah sarana atau sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh suatu kesatuan usaha atau perusahaan yang harga perolehannya atau nilai wajarnya harus diukur secara objektif.
b. Menurut Thompson Learning yang diterjemahkan oleh Skoussen dkk :
aktiva adalah kemungkinan keuntungan ekonomi di masa depan yang diperoleh atau dikontrol oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian dimasa lalu.
c. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia :
Aktiva adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
Bedasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa aktiva adalah sarana yang dimiliki oleh perusahaan yang harus dikelola dengan baik agar mendapat keuntungan dimasa depan.
- Pasiva
Pasiva adalah pengorbanan ekonomi yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan pada masa yang akan datang. Pengorbanan untuk masa yang akan datang ini terjadi akibat kegiatan usaha kewajiban.kegiatan usaha kewajiban ini dibedakan menjadi utang jangka panjang dan utang jangka pendek .
2. Penyusunan Manajemen Aktiva dan Pasiva
a. Mempercepat pemasukan kas
Pemasukan kas bertujuan untuk menaikkan ketersediaan kas sehingga perusahaan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk memanfaatkan kas tersebut, tanpa mengurangi reputasi perusahaan tersebut. Penjualan kas , cara ini merupakan cara yang paling langsung. Dengan penjualan secara kas, tanpa piutang, manajer keuangan memperoleh kas. Apabila pesaing-pesaing perusahaan menawarkan penjualan kredit, maka perusahaan yang menawarkan penjualan secara tunai akan kalah dalam persaingan ini, maka pihak perusahaan juga diperlukan penjualan secara kredit, tapi harus ada cara-cara untuk mempercepat kembalinya kas. Potongan kas , potongan kas bertujuan untuk mempercepat kembalinya piutang oleh pembeli/pelanggan. Persyaratan potongan kas biasanya adalah 1/10-n/30. Penawaran semacam itu bisa dibaca sebagai “perusahaan menawarkan potongan (discount) sebesar 1% apabila pelanggan bersedia membayar dalam jangka 10 hari. Jika pelanggan tidak mampu melunasi pada 10 hari tersebut maka pelanggan harus melunasi utangnya dalam waktu 30 hari, dan pelanggan tidak mendapatkan potongan tersebut.
Desentralisasi pusat penerimaan pembayaran missal pelanggan mempunyai kebiasaan menggunakan poswesel sebagai alat pembayaran atau cek pribadi pada Negara-negara maju. Pusat pembayaran ada di Jakarta. Poswessell dari pelanggan di banyuwangi misalnya, barangkali membutuh kan waktu 7 hari untuk sampai di Jakarta, apabila uang yang yang beredar mencapai 7 M, setiap harinya maka 1M x 7 = 7M uang yang tidak bias dipakai karena masih dalam perjalanan, untuk mempercepat perjalanan perusahaan bisa membuka rekening pembayaran di 3 kota ; Surabaya, Semarang, dan Jakarta, sekarang pelanggan di Banyuwangi tidak perlu mengirim poswesel ke Jakarta tapi cukup ke Surabaya sehingga lebih cepat.
Lockboxes, misalkan pembeli tersebar kedalam plosok-plosok kota, maka cara mempercepat pembayaran adalah dengan mendirikan kotak-kotak penerimaan yang ditaruh di kantor pos. pelanggan cukup memasukkan di kotak di kantor pos terdekat, kemudian setiap periode sehari sekali atau dua hari sekali petugas perusahaan berkeliling mengumpulkan pembayaran dalam kotak-kotak tersebut, sehingga dapat mempercepat pembayaran.
b. Memperlambat Pengeluaran Kas
Yaitu agar perusahaan mempunyai kesempatan lebih lama untuk menggunakan kas. Pembelian dengan kredit pembelian dengan kredit berarti supplier menandai terlebih dahulu pembelian yang dilakukan oleh perusahaan.
Memanfaatkan float. Float merupakan selisih perbedaan saldo bank dengan saldo kas perusahaan. Misalkan perusahaan mempunyai saldo 1juta kemudian perusahaan mengeluarkan cek 300ribu , dalam kas perusahaan di catat kas adalah 700ribu sedangkan di bank masih tercatat 1juta karena cek tidak langsung diambil. Menggunakan draft, draft merupakan tanda bayar yang harus diotorisasi oleh pihak perusahaan untuk kemudian dibayarkan. Apabila ada tagihan datang akan dibuatkan surat pembayaran, yang kemudian baru bisa diuangkan beberapa hari kemudian. Pembayaran secara sentral. Dalam cara ini setiap tagihan yang datang kecabang perusahaan harus diotorisasi dari pusat, setelah mencapai dipusat dan pusat telah memberikan otorisasi, baru kemudian diserahkan lagi ke cabang dan kemudian baru bisa dibayarkan.
Cek dibayar pada hari tertentu. Missal gaji pegawai dibayar dengan cek, yang dibayar pda hari jum’at. Biasanya cek tidak langsung di uangkan, apalagi hari jum’at adalah hari pendek.Manajemen Piutang Dagang
Piutang dagang merupakan aktiva lancar yang cukup penting. Secara umum perusahaan senang menjual secara tunai, karena akan mempercepat penerimaan kas dan memperpendek siklus pendek kas. Tetapi tekanan persaingan yang menyebabkan penjualan secara kredit, terjadilah piutang jika penjualan secara kredit itu dilakukan. Piutang muncul ketika penjualan terjadi tetapi perusahaan belum menerima kas.
Kebijakan piutang yang baik adalah trade off keuntungan dan resiko (kerugian) dari piutang tersebut. Pada akhirnya para pembeli akan melunasi utang-utangnya. Semakain tinggi piutang semakin besar tingkat penjualannya itu yang diharapkan perusahaan. Jika posisi piutang dagang lebih besar dari yang seharusnya, manajer keuangan perlu melakukan tindakan perbaikan.
Besarnya piutang dagang tergantung dari penjualan kredit per periode dan lamanya periode pengumpulan piutang. Sebagai contoh : jika suatu perusahaan mempunyai tingkat penjualan secara kredit sebesar 1 juta per hari,dan pengumpulan piutang adalah 30 hari, maka piutang perusahaan tersebut ketika sudah setabil adalah: Rp 1 juta x 30 hari = Rp 30 juta. Piutang dagang merupakan suatu bentuk investasi. Karena itu piutang harus didanai menggunakan sumber dana tersendiri. Jika keuntungn (margin) perusahaan adalah 25%, maka 75% dari piutang dagang harus di danai. Dalam contoh di atas, bagian piutang dagang yang harus di danai adalah 0,75 x Rp 30 juta = Rp 22,5 juta. Rp 7,5 juta adalah bagian dari laba (profit) yang dengan demikian tidak perlu didanai.
2. Penyusunan Manajemen Aktiva dan Pasiva
- Manajemen Kas
a. Mempercepat pemasukan kas
Pemasukan kas bertujuan untuk menaikkan ketersediaan kas sehingga perusahaan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk memanfaatkan kas tersebut, tanpa mengurangi reputasi perusahaan tersebut. Penjualan kas , cara ini merupakan cara yang paling langsung. Dengan penjualan secara kas, tanpa piutang, manajer keuangan memperoleh kas. Apabila pesaing-pesaing perusahaan menawarkan penjualan kredit, maka perusahaan yang menawarkan penjualan secara tunai akan kalah dalam persaingan ini, maka pihak perusahaan juga diperlukan penjualan secara kredit, tapi harus ada cara-cara untuk mempercepat kembalinya kas. Potongan kas , potongan kas bertujuan untuk mempercepat kembalinya piutang oleh pembeli/pelanggan. Persyaratan potongan kas biasanya adalah 1/10-n/30. Penawaran semacam itu bisa dibaca sebagai “perusahaan menawarkan potongan (discount) sebesar 1% apabila pelanggan bersedia membayar dalam jangka 10 hari. Jika pelanggan tidak mampu melunasi pada 10 hari tersebut maka pelanggan harus melunasi utangnya dalam waktu 30 hari, dan pelanggan tidak mendapatkan potongan tersebut.
Desentralisasi pusat penerimaan pembayaran missal pelanggan mempunyai kebiasaan menggunakan poswesel sebagai alat pembayaran atau cek pribadi pada Negara-negara maju. Pusat pembayaran ada di Jakarta. Poswessell dari pelanggan di banyuwangi misalnya, barangkali membutuh kan waktu 7 hari untuk sampai di Jakarta, apabila uang yang yang beredar mencapai 7 M, setiap harinya maka 1M x 7 = 7M uang yang tidak bias dipakai karena masih dalam perjalanan, untuk mempercepat perjalanan perusahaan bisa membuka rekening pembayaran di 3 kota ; Surabaya, Semarang, dan Jakarta, sekarang pelanggan di Banyuwangi tidak perlu mengirim poswesel ke Jakarta tapi cukup ke Surabaya sehingga lebih cepat.
Lockboxes, misalkan pembeli tersebar kedalam plosok-plosok kota, maka cara mempercepat pembayaran adalah dengan mendirikan kotak-kotak penerimaan yang ditaruh di kantor pos. pelanggan cukup memasukkan di kotak di kantor pos terdekat, kemudian setiap periode sehari sekali atau dua hari sekali petugas perusahaan berkeliling mengumpulkan pembayaran dalam kotak-kotak tersebut, sehingga dapat mempercepat pembayaran.
b. Memperlambat Pengeluaran Kas
Yaitu agar perusahaan mempunyai kesempatan lebih lama untuk menggunakan kas. Pembelian dengan kredit pembelian dengan kredit berarti supplier menandai terlebih dahulu pembelian yang dilakukan oleh perusahaan.
Memanfaatkan float. Float merupakan selisih perbedaan saldo bank dengan saldo kas perusahaan. Misalkan perusahaan mempunyai saldo 1juta kemudian perusahaan mengeluarkan cek 300ribu , dalam kas perusahaan di catat kas adalah 700ribu sedangkan di bank masih tercatat 1juta karena cek tidak langsung diambil. Menggunakan draft, draft merupakan tanda bayar yang harus diotorisasi oleh pihak perusahaan untuk kemudian dibayarkan. Apabila ada tagihan datang akan dibuatkan surat pembayaran, yang kemudian baru bisa diuangkan beberapa hari kemudian. Pembayaran secara sentral. Dalam cara ini setiap tagihan yang datang kecabang perusahaan harus diotorisasi dari pusat, setelah mencapai dipusat dan pusat telah memberikan otorisasi, baru kemudian diserahkan lagi ke cabang dan kemudian baru bisa dibayarkan.
Cek dibayar pada hari tertentu. Missal gaji pegawai dibayar dengan cek, yang dibayar pda hari jum’at. Biasanya cek tidak langsung di uangkan, apalagi hari jum’at adalah hari pendek.Manajemen Piutang Dagang
Piutang dagang merupakan aktiva lancar yang cukup penting. Secara umum perusahaan senang menjual secara tunai, karena akan mempercepat penerimaan kas dan memperpendek siklus pendek kas. Tetapi tekanan persaingan yang menyebabkan penjualan secara kredit, terjadilah piutang jika penjualan secara kredit itu dilakukan. Piutang muncul ketika penjualan terjadi tetapi perusahaan belum menerima kas.
Kebijakan piutang yang baik adalah trade off keuntungan dan resiko (kerugian) dari piutang tersebut. Pada akhirnya para pembeli akan melunasi utang-utangnya. Semakain tinggi piutang semakin besar tingkat penjualannya itu yang diharapkan perusahaan. Jika posisi piutang dagang lebih besar dari yang seharusnya, manajer keuangan perlu melakukan tindakan perbaikan.
Besarnya piutang dagang tergantung dari penjualan kredit per periode dan lamanya periode pengumpulan piutang. Sebagai contoh : jika suatu perusahaan mempunyai tingkat penjualan secara kredit sebesar 1 juta per hari,dan pengumpulan piutang adalah 30 hari, maka piutang perusahaan tersebut ketika sudah setabil adalah: Rp 1 juta x 30 hari = Rp 30 juta. Piutang dagang merupakan suatu bentuk investasi. Karena itu piutang harus didanai menggunakan sumber dana tersendiri. Jika keuntungn (margin) perusahaan adalah 25%, maka 75% dari piutang dagang harus di danai. Dalam contoh di atas, bagian piutang dagang yang harus di danai adalah 0,75 x Rp 30 juta = Rp 22,5 juta. Rp 7,5 juta adalah bagian dari laba (profit) yang dengan demikian tidak perlu didanai.
- Manajemen Sumber Dana
a. Dana yang bersumber dari Bank itu sendiri.
Perolehan dana dari sumber bank itu sendiri (modal sendiri) adalah dana yang diperoleh dari dana bank. salah satu jenis dana yang bersumber dari bank itu sendiri adalah modal setor dari para pemegang saham. Dana sendiri adalah dana yang berasal dari para pemegang saham bank atau pemilik saham.
Adapun pencarian dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri dari:
· Setoran modal dari pemegang saham yaitu merupakan modal dari para pemegang saham lama atau pemgang saham yang baru. Dana yang disetor secara efektif oleh para pemegang saham pada waktu bank berdiri. Pada umumnya modal setoran pertama dari pemilik bank sebagian digunakan untuk sarana perkantoran, pengadaan peralatan kantor dan promosi untuk menarik minat masyarakat.
· Cadangan laba, yaitu merupakan laba yang setiap tahun di cadangkan oleh bank dan sementara waktu belum digunakan. Cadangan laba yaitu sebagian dari laba bank yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang akan dipergunakan untuk menutupi timbulnya resiko di kemudian hari. Cadangan ini dapat diperbesar apabila bagian untuk cadangan tersebut ditingkatkan atau bank mampu meningkatkan labanya.
· Laba bank yang belum di bagi, merupakan laba tahun berjalan tapi belum dibagikan kepada para pemegang saham.
Semakin besar modal yang dimiliki oleh suatu bank, berarti kepercayaan masyarakat bertambah baik dan bank tersebut akan diakui oleh bank-bank lain baik di dalam maupun di luar negeri sebagai bank yang posisinya kuat
b. Dana yang berasal dari masyarakat luas.
· Simpanan Giro (Demand deposit)
Simpanan Giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang hampir merupakan kebalikan dari sistem cek.
· Simpanan Tabungan (Saving Deposit)
pengertian tabungan menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek.
· Simpanan Deposito
Pengertian deposito menurut UU No.10 Tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.
Jenis-jenis Deposito :
§ Deposito berjangka (tidak bisa dipindah tangankan)
§ Sertifikat Deposito (dapat diperjualbelikan)
§ Deposito On Call (jangka waktunya tidak lebih dari 1 bulan)
A. Utang jangka panjang
Hutang jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu perioda akuntansi (1 th) dihitung dari tanggal pembuatan neraca per 31 Desember. Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset tertentu. Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka panjang tidak pernah dikenai oleh transaksi pengeluaran kas. Pada akhir perioda akuntansi bagian tertentu dari hutang jangka panjang berubah menjadi hutang jangka pendek. Untuk itu harus dilakukan penyesuaian untuk memindahkan bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo menjadi hutang jangka pendek.
Ada beberapa kelebihan menarik hutang jangka panjang melalui obligasi dibanding menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
§ Keuntungan menarik obligasi
§ Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak mempengaruhi manajemen.
§ Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
§ Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.
Ø Jenis Hutang Jangka Panjang
Secara garis besar hutang jangka panjang digolongkan pada dua golongan yaitu :
1. Hutang Hipotik : Hutang yang timbul berkaitan dengan perolehan dana dari pinjaman yang dijaminkan dengan harta tetap. Dalam penjanjian disebutkan harta peminjam yang dijadikan jaminan berupa tanah atau gedung. Jika peminjam tidak melunasi pada waktunya, pemberi pinjaman dapat menjual jaminan tersebut yang kemudian diperhitungkan dengan hutang.
2. Hutang Obligasi : Hutang yang timbul berkaitan dengan dana yang d iperoleh melalui pengeluaran surat-surat obligasi. Pembeli obligasi disebut pemegang obligasi. Dalam surat obligasi dicantumkan nilai nominal obligasi, bunga pertahun, tanggal pelunasan obligasi dan ketentuan lain sesuai jenis obligasi tersebut.
B. Utang jangka pendek :
Hutang jangka pendek, yaitu utang yang harus segera dilunasi, paling lambat umur dari utang ini satu tahun atau 1 periode akuntansi, misalnya 1 januari 2011-31 Desember 2011.
Jenis Hutang Jangka Pendek :
1) Utang Wesel/Wesel Bayar yaitu wesel yang harus kita bayar kepada pihak lain yang pernah kita berikan kepadanya. Biasanya umur utang wesel adalah 30 hari, 60 hari, atau 90 hari.
2) Utang Dagang (Account Payable) yaitu utang kepada rekanan (suplier) yaitu utang dalam rangka kegiatan perusahaan, atau utang ini terjadi karena membeli barang yang belum dibayar.
3) Biaya-biaya yang harus dibayar yaitu biaya-biaya yang belum kita lunasi dalam periode pembukuan tertentu. Misalnya utang gaji, utang upah dan utang-utang biaya lainnya.
- Manajemen Penggunaan Dana
a. Alokasi dana pada Primary Reserve (cadangan primer) prioritas utama dalam alokasi dana adalah menempatkan dana untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia (sebagai pembina dan pengawas bank). Dana-dana akan dialokasikan untuk memenuhi ketentuan likuiditas wajib minimum atau disebut juga giro wajib minimum karena penempatannya berupa giro bank umum pada Bank Indonesia. Primary reserve merupakan sumber utama bagi likuiditas bank, terutama untuk menghadapi kemungkinan terjadinya penarikan oleh nasabah bank, baik berupa penarikan dana masyarakat yang disimpan pada bank tersebut maupun penarikan (pencairan) kredit atau credit disbursement sesuai kesepakatan yang dibuat dihadapan notaris publik.
b. Alokasi dana pada Secondary Reserve (cadangan sekunder) priorotas kedua di dalam alokasi dana bank adalah penempatan dana-dana ke dalam noncash liquid asset (aset likuid yang bukan kas) yang dpat memberikan pendapatan kepada nasabah setiap ssaat dapat dijadikan uang tunai tanpa mengakibatkan kerugian pada bank. Surat-surat berharga tersebut antara lain :
· Surat berharga pasar uang atau SBPU;
· Sertifikat Bank Indonesia atau SBI;
· Surat berharga jangka pendek lainnya.
· Alokasi dana pada cadangan kerja prioritas dana yang untuk sebagai dana kerja atau sebagai dana pensiun para karyawan.
· Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali pada jangka waktu yang ditentukan.
· Investasi jangka panjang dibidang perkenomian, kata investasi sudah lazim dipergunakan dan sering diartikan sebagai penanaman uang dengan tujuan mencari untung.
- Dana yang bersumber dari lembaga lain
a. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), merupakan kredit yang diberikan bank Indonesia kepda bnk-bank yang mengalami kesulitan likuiditas. Kredit likuiditas ini juga diberikan kepada pembiayaan sektor-sektor usaha tertentu.
b. 2. Pinjaman antar bank (Call Money). Biasanya pinjaman ini di berikan kepada bank-bank yang mengalami kalah kliring di dalam lembaga kliring dan tidak mampu untuk membayar kekalahannya. Pinjaman ini bersifat jangka pendek dengan bunga yang relative tinggi jika dibandingkan dengan pinjaman lainnya.
3. Pinjaman dari bank-bank luar negeri. Merupakan pinjaman yang diperoleh oleh perbankan dari pihak luar negeri.
c. 4. Surat berharga pasar uang (SBPU). Dalam hal ini pihak perbankan menerbitkan SPBU kemudian diperjual belikan kepada pihak yang berminat, baik perusahaan keuangan maupun nonkeuangan. SPBU diterbitkan dan ditawarkan dengan tingkat suku bunga sehingga masyarakat tertarik untuk membelinya.
d. Kredit
Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan. UU No. 10 tahun 1998 menyebutkan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka watu tertentu dengan pemberian bunga.
Ø Unsur-Unsur Kredit :
· Kepercayaan
Dimana pihak perbakkan memiliki kepercayaan terhadap pihak peminjam, kepercayaan ini dapat diperoleh pihak bank bila telah melakukan analisis pada saat mengajukan proposal, sesuai dengan prosedur terhadap pihak peminjam.
· Kesepakatan
Pada saat proposal pengajuan kredit telah disetujui oleh pihak bank yang bersangkutan maka selanjutnya dilakukan kontrak kesepakatan dan ditandatangani oleh pihak bank dan pihak peminjam.
· Jangka waktu
Setiap kredit yang diajukan pasti terdapat jangka waktu tertentu, hal ini akan disesuaikan dengan jangka waktu yang telah disepakati pada saat kontrak kesepakatan. Jangka waktu dapat berbentuk jangka pendek, jangka menengah ataupun jangka panjang.
· Resiko
Semakin panjang waktu pinjaman maka akan membuat pengembalian pokok dan bunganya jauh lebih besar bila kita memilih jangka pendek karena hal ini akan berkaitan dengan resiko tidak tertagihnya kredit. Sebab sejauh ini yang menanggung resiko adalah pihak bank.
· Balas jasa
Balas jasa didalam bank umum adalah berupa bunga dan biaya administrasi. Hal ini merupakan keuntungan yang dapat diperoleh oleh pihak bank
Ø Jenis-Jenis Kredit :
1. Kredit investasi, Kredit ini diberikan kepada perusahaan yang baru akan berdiri untuk keperluan membangun pabrik baru.
- Kredit modal kerja, Kredit ini diberikan kepada perusahaan yang telah berdiri, namun membutuhkan dana unutk meningkatkan produksi dalam operasionalnya. Misalnya dalam hal membayar gaji pegawai atau unutk membeli bahan baku.Investasi Jangka Panjang
kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, kata investasi diartikan lebih jelas, yaitu penanaman uang atau modal di suatu proyek atau perusahaan dengan tujuan untuk mencari untung di masa yang akan datang (Salim, 1991).Di Indonesia, topik investasi sudah diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK No. 13) Investasi adalah suatu aktiva yang digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (accreation of wealth) melalui distribusi hasil investasi (seperti bunga, royalti, deviden, dan uang sewa), untuk apresiasi nilai investasi atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan.







0 komentar:
Posting Komentar