Kamis, 05 Mei 2016

Secangkir Kopi

0

Secangkir Kopi,

Secangkir getir yang menghitam
terasa pahit penuh ampas
mengambang di atasnya kemelut isi hati
semakin keruh,
sampai tak nampak satupun butiran salju..
aku diam dengan lamunan tetap terjaga
Bersandar dinding amarah, berselimut kepulan asap
menghayal, tentang sosok mimpi pada setangkai bunga
Nampak selembar daun terakhir pada tangkai kering
tak sengaja, diam-diam
ku dengar bisikannya kepada alam yang tak lagi ramah
intonasinya marah!,
sebab aku tahu, ia tidak pantas hidup dalam kekeringan
senada dengan kemelut isi hati
tentang getir yang menghitam!
jangan bertanya mengapa kita bisa sama!
sebab akhir kisah, tangkai akan bercabang
getir akan memutih,
secangkir kopi akan utuh kembali..
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

0 komentar:

Posting Komentar

Follow Me

Facebook  Fanspage Twitter  Google+ Instagram gmail