Sabtu, 30 April 2016

Jangan Ngikut UAS Kalo Belum Botak Kayak Bapak!

0


Hari-hari membosankan masih terus berlanjut, kiranya sampai saat ini saya belum mengerti bagaimana caranya patuh pada aturan yang melarang berambut gondrong, padahal bukan kali pertama saya ditemui kondisi seperti ini.

Cerita dimulai ketika saya duduk di Madrasah Tsanawiyah (MTS) atau setingkat SMP.
saat itu di hari yang agak mendung saya bersama sekawanan anak bengal duduk di teras kelas. biasanya kami sekedar makan gorengan barsama, dan bercerita dalam gelak tawa sembari menunggu bel alarm tanda waktu istirahat habis berbunyi. tetapi tak jarang kamipun mengulas sedikit pengetahuan baru hasil bersetubuh dengan pelajaran tadi pagi.

sebetulnya kami tahu bahwa hari ini ada kejutan spesial untuk siswa yang gondrong. salah seorang sahabatku sebut saja dia Mangkok yang notabene menjabat di OSIS membocorkan hal ini beberapa hari sebelumnya. kamipun bergegas mengatur strategi dan taktik guna mengantisipasi hal itu terjadi, sebab yang menjadi permasalahan sebenarnya ialah bukan karena rambut kami bagus, lurus, atau apalah. "tapi kami merasa gagah dan tampan dengan rambut yang berkilau kuat dan wangi" meski hanya perasaan. lalu kami menyepakati hasil dari rancangan stratak yaitu menggunakan taktik sif atau kami menyebutnya dengan sebutan TakSif (engga oke) karena senada dengan kondisi yang akan kami hadapi.
aturannya terbagi dua, sif pagi (jam ke1 - ke 3) dan sif siang (jam ke5 -ke7). deskripsinya yaitu orang-orang di sif pagi dilarang memasuki kelas dan menunggu di luar sambil mengontrol situasi, apabila melihat target kunci yaitu Bu Sri atau Pak Iim atau keduanya memasuki kelas demi kelas berarti operasi kejutan sudah dimulai. dan begitupun sif siang.
saya yang kebetulan terpilih sebagai bagian dari sif pagi menjalankan tugas dengan hati sedikit waswas dan saya pun berjaga bersama 2 orang lainnya yang katanya juga waswas.

nampaknya jam sudah menunjukan jam 9 lebih dan sejauh ini situasi kondisi masih relatif stabil dan aman aman saja, meski sedikit tenang namun tak menyurutkan semangat kami untuk tetap bersiaga.
dan akhirnya sejam kemudian terdengar bel alarm tanda waktu istirahat.
lalu kami berkumpul di teras kelas sambil makan gorengan dan bercerita dalam gelak tertawa. sesekali saya temui teman dikelas lain untuk dimintai informasi terkait pergerakan Bu Sri dan Pak Iim dan sepertinya kabar baik masih memihak saya.
 
Singkat cerita hari itu berakhir seperti harapan, tetapi melihat kondisi yang tidak sesuai dengan kabar yang beredar membuat kami semua bertanya-tanya. kenapa? mengapa? kunaon? kunaha? dan banyak lagi pertanyaan yang mengantarkan langkah kami menuju pulang.
 
hari-hari kemudian berjalan kembali seperti biasa, sampai-sampai kami larut menikmati kesenangan dan melupakan tentang operasi kejutan. dan ternyata bahwa kabar yang beredar waktu itu telah di revisi karena pihak yayasan mengetahui kebocorannya informasi tersebut dan merubah waktu operasi kejutan menjadi hari ini.. ohdemmmm!!!
tak satupun termasuk saya mengira ini bakal terjadi. dan akhirnya, dengan segala kenyamanan, kebahagiaan, kesemprunaan cintaaaa (eiitss bukann!!).. tapi dengan segala kesedihan, kemarahan ketakutan terpaksa kami menyerahkan kepala berserta rambutnya untuk di gunting.
satuhal yang kami rasakan, yaitu sungguh MENGEJUTKAN!!!

Meskipun di hari-hari selanjutnya ketampanan kami mengalami degredasi cukup signifikan sehingga tak lagi menjadi primadona di sekolahan dan malah menjadi bahan bully-an siswa-siswi seantero kelas.
Namun setidaknya kami memetik pelajaran dari sini, bahwa waktu takan selalu berpihak pada kita dan hendaknya senantiasa mengabdikan diri pada sejarah yang tak pernah lelah menggurui kita.

disepanjang waktu yang masih membosankan saya lalui dengan perasaan depresi dan akhirnya saya di vonis mengalami Didaskaleinphobia atau phobia pergi ke sekolah oleh seorang dokter-dokteran yang sedang bermain disamping rumah.

waktu beranjak sangat lambat, kini saya menjadi seorang senior di SMA. bukan karena bisa apa, atau kecerdasannya. tapi ya cuma sudah kelas 3 dan sebentar lagi mau hengkang dari dunia sekolah. cerita-cerita yang terekam masih sama seperti dulu waktu di MTS yaitu main susumputan dengan guru BP. sepintas merasa lucu mengingat hal itu tapi saya rasa hal seperti inilah yang akan menjadi obrolah kelak ketika perjumpaan setelah lama tak bertemu sahabat-sahabat di sekolah.

Akhirnya pelulusan tiba, kini saatnya menjalani hari-hari sesungguhnya. namun hanya saya yang pergi dan sengaja saya tinggalkan sebungkus kenangan di bawah bangku paling belakang kelas akhir yang setia menjadi teman dalam saat-saat terakhir. agar bisa ku temui lagi nanti saat pulang.

roda kehidupan masih terus berlanjut dan sampailah di sebuah peradaban yang mengkritik, membaca, berdiskusi menjadi suatu keharusan!. yaa tepatnya kini saya sudah dewasa dan terdaftar sebagai mahasiswa di universitas UIN SAGEDE BANUNG meski sampai sekarang aku belum mampu menjadi mahasiswa seutuhnya.

TAPI ternyata lagi-lagi saya di buat terkejut oleh waktu, pasalnya Fakultas yang ku huni sekarang memiliki aturan yang sama dengan sekolahanku dulu yaitu JANGAN BERAMBUT GONDRONG. dan yang lebih parahnya lagi tenyata TUKANG CUKURNYA JUGA BOTAK serupa dengan guru BP saya di sekolah. pertanyaannya apakah harus botak dulu buat bisa jadi tukang cukur?. anjirrr pan!! jadi serasa bernostalgia weh.... bersiap melakukan operasi TakSif!!!!!!!!!!!!

Di akhir semester 3 saya berniat kembali buat gondrong, selain memang keinginan yang berontak juga salah satunya karena doktrin dari sahabat-sahabatku di organisasi dan yang paling penting biar ketampanan dan kegagahan ku keluar dari persembunyiannya. jadi berangkatttttkannnnn sajaaaa.

Nampaknya hari-hari sial yang malah datang. di pertengahan semester 4 aku kepergok oleh tukang cukur yang botak itu di lantai 2 dekat tangga menuju atas, ia menceramahiku selama kurang lebih 2 hari 3 malam disana. kutipan pembicaraan yang ku ingat hanya bagian isinya saja, katanya "aduh adek ini, ga liat itu? (menunjuk tulisan berbagai aturan). pokoknya bapak ga mau tau besok harus sudah dicukur!. dimana pantesnya rambut gondrong kayak gitu? mending pendek rapi kayak bapak!!! terlebih lagi jika masih ada mahasiswa fisip yg gondrong maka tidak akan di ikutkan dalam ujian akhir semester"WTF!.
selama ceramah berlangsung saya hanya berpura-pura mengangguk saja, sambil mengingat-ngingat kutipan tadi!!.


(Mohon maaf pada pihak yang terkait, bukan maksud menghina.)
To Be Continued.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Jumat, 29 April 2016

makalah akuntansi 2 - aktiva dan pasiva

0


Nama : Arie Ramadan
NIM : 1148020037
Kelas : Manajemen/IV/A

Soal:
1. Apa yang dimaksud manajemen aktiva dan pasiva ?
2. Bagaimana manajemen aktiva dan pasiva ?
3. Manfaat menejemen aktiva dan pasiva ?

Jawaban:
1. Pengertian Aktiva dan Pasiva
  • Aktiva
a. Menurut S Munawir :
Aktiva adalah sarana atau sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh suatu kesatuan usaha atau perusahaan yang harga perolehannya atau nilai wajarnya harus diukur secara objektif.

b. Menurut Thompson Learning yang diterjemahkan oleh Skoussen dkk :
aktiva adalah kemungkinan keuntungan ekonomi di masa depan yang diperoleh atau dikontrol oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian dimasa lalu.

c. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia :
Aktiva adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.

Bedasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa aktiva adalah sarana yang dimiliki oleh perusahaan yang harus dikelola dengan baik agar mendapat keuntungan dimasa depan.
  • Pasiva
Pasiva adalah pengorbanan ekonomi yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan pada masa yang akan datang. Pengorbanan untuk masa yang akan datang ini terjadi akibat kegiatan usaha kewajiban.kegiatan usaha kewajiban ini dibedakan menjadi utang jangka panjang dan utang jangka pendek .


2. Penyusunan Manajemen Aktiva dan Pasiva
  • Manajemen Kas
Secara umum, kas merupakan asset yang paling tidak produktif dibanding asset yang lain. Ada 2 hal yang dilakukan untuk mengelola Kas :

a. Mempercepat pemasukan kas
Pemasukan kas bertujuan untuk menaikkan ketersediaan kas sehingga perusahaan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk memanfaatkan kas tersebut, tanpa mengurangi reputasi perusahaan tersebut. Penjualan kas , cara ini merupakan cara yang paling langsung. Dengan penjualan secara kas, tanpa piutang, manajer keuangan memperoleh kas. Apabila pesaing-pesaing perusahaan menawarkan penjualan kredit, maka perusahaan yang menawarkan penjualan secara tunai akan kalah dalam persaingan ini, maka pihak perusahaan juga diperlukan penjualan secara kredit, tapi harus ada cara-cara untuk mempercepat kembalinya kas. Potongan kas , potongan kas bertujuan untuk mempercepat kembalinya piutang oleh pembeli/pelanggan. Persyaratan potongan kas biasanya adalah 1/10-n/30. Penawaran semacam itu bisa dibaca sebagai “perusahaan menawarkan potongan (discount) sebesar 1% apabila pelanggan bersedia membayar dalam jangka 10 hari. Jika pelanggan tidak mampu melunasi pada 10 hari tersebut maka pelanggan harus melunasi utangnya dalam waktu 30 hari, dan pelanggan tidak mendapatkan potongan tersebut.

Desentralisasi pusat penerimaan pembayaran missal pelanggan mempunyai kebiasaan menggunakan poswesel sebagai alat pembayaran atau cek pribadi pada Negara-negara maju. Pusat pembayaran ada di Jakarta. Poswessell dari pelanggan di banyuwangi misalnya, barangkali membutuh kan waktu 7 hari untuk sampai di Jakarta, apabila uang yang yang beredar mencapai 7 M, setiap harinya maka 1M x 7 = 7M uang yang tidak bias dipakai karena masih dalam perjalanan, untuk mempercepat perjalanan perusahaan bisa membuka rekening pembayaran di 3 kota ; Surabaya, Semarang, dan Jakarta, sekarang pelanggan di Banyuwangi tidak perlu mengirim poswesel ke Jakarta tapi cukup ke Surabaya sehingga lebih cepat.

Lockboxes, misalkan pembeli tersebar kedalam plosok-plosok kota, maka cara mempercepat pembayaran adalah dengan mendirikan kotak-kotak penerimaan yang ditaruh di kantor pos. pelanggan cukup memasukkan di kotak di kantor pos terdekat, kemudian setiap periode sehari sekali atau dua hari sekali petugas perusahaan berkeliling mengumpulkan pembayaran dalam kotak-kotak tersebut, sehingga dapat mempercepat pembayaran.

b. Memperlambat Pengeluaran Kas
Yaitu agar perusahaan mempunyai kesempatan lebih lama untuk menggunakan kas. Pembelian dengan kredit pembelian dengan kredit berarti supplier menandai terlebih dahulu pembelian yang dilakukan oleh perusahaan.
Memanfaatkan float. Float merupakan selisih perbedaan saldo bank dengan saldo kas perusahaan. Misalkan perusahaan mempunyai saldo 1juta kemudian perusahaan mengeluarkan cek 300ribu , dalam kas perusahaan di catat kas adalah 700ribu sedangkan di bank masih tercatat 1juta karena cek tidak langsung diambil. Menggunakan draft, draft merupakan tanda bayar yang harus diotorisasi oleh pihak perusahaan untuk kemudian dibayarkan. Apabila ada tagihan datang akan dibuatkan surat pembayaran, yang kemudian baru bisa diuangkan beberapa hari kemudian. Pembayaran secara sentral. Dalam cara ini setiap tagihan yang datang kecabang perusahaan harus diotorisasi dari pusat, setelah mencapai dipusat dan pusat telah memberikan otorisasi, baru kemudian diserahkan lagi ke cabang dan kemudian baru bisa dibayarkan.

Cek dibayar pada hari tertentu. Missal gaji pegawai dibayar dengan cek, yang dibayar pda hari jum’at. Biasanya cek tidak langsung di uangkan, apalagi hari jum’at adalah hari pendek.Manajemen Piutang Dagang

Piutang dagang merupakan aktiva lancar yang cukup penting. Secara umum perusahaan senang menjual secara tunai, karena akan mempercepat penerimaan kas dan memperpendek siklus pendek kas. Tetapi tekanan persaingan yang menyebabkan penjualan secara kredit, terjadilah piutang jika penjualan secara kredit itu dilakukan. Piutang muncul ketika penjualan terjadi tetapi perusahaan belum menerima kas.

Kebijakan piutang yang baik adalah trade off keuntungan dan resiko (kerugian) dari piutang tersebut. Pada akhirnya para pembeli akan melunasi utang-utangnya. Semakain tinggi piutang semakin besar tingkat penjualannya itu yang diharapkan perusahaan. Jika posisi piutang dagang lebih besar dari yang seharusnya, manajer keuangan perlu melakukan tindakan perbaikan.

Besarnya piutang dagang tergantung dari penjualan kredit per periode dan lamanya periode pengumpulan piutang. Sebagai contoh : jika suatu perusahaan mempunyai tingkat penjualan secara kredit sebesar 1 juta per hari,dan pengumpulan piutang adalah 30 hari, maka piutang perusahaan tersebut ketika sudah setabil adalah: Rp 1 juta x 30 hari = Rp 30 juta. Piutang dagang merupakan suatu bentuk investasi. Karena itu piutang harus didanai menggunakan sumber dana tersendiri. Jika keuntungn (margin) perusahaan adalah 25%, maka 75% dari piutang dagang harus di danai. Dalam contoh di atas, bagian piutang dagang yang harus di danai adalah 0,75 x Rp 30 juta = Rp 22,5 juta. Rp 7,5 juta adalah bagian dari laba (profit) yang dengan demikian tidak perlu didanai.
  • Manajemen Sumber Dana
Manajemen sumber dana adalah usaha bank dalam menghimpun dana dari masyarakat, perolehan ini tergantung pada bank itu sendiri, apakah dari simpanan masyarakat atau dari lembaga lainnya. Pemilihan sumber dana akan menentukan besar kecilnya biaya yang ditanggung. Oleh karena itu, pemilihan sumber dana harus dilakukan secara tepat. Manajemen Sumber Dana terdiri dari :

a. Dana yang bersumber dari Bank itu sendiri.
Perolehan dana dari sumber bank itu sendiri (modal sendiri) adalah dana yang diperoleh dari dana bank. salah satu jenis dana yang bersumber dari bank itu sendiri adalah modal setor dari para pemegang saham. Dana sendiri adalah dana yang berasal dari para pemegang saham bank atau pemilik saham.

Adapun pencarian dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri dari:

· Setoran modal dari pemegang saham yaitu merupakan modal dari para pemegang saham lama atau pemgang saham yang baru. Dana yang disetor secara efektif oleh para pemegang saham pada waktu bank berdiri. Pada umumnya modal setoran pertama dari pemilik bank sebagian digunakan untuk sarana perkantoran, pengadaan peralatan kantor dan promosi untuk menarik minat masyarakat.

· Cadangan laba, yaitu merupakan laba yang setiap tahun di cadangkan oleh bank dan sementara waktu belum digunakan. Cadangan laba yaitu sebagian dari laba bank yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang akan dipergunakan untuk menutupi timbulnya resiko di kemudian hari. Cadangan ini dapat diperbesar apabila bagian untuk cadangan tersebut ditingkatkan atau bank mampu meningkatkan labanya.

· Laba bank yang belum di bagi, merupakan laba tahun berjalan tapi belum dibagikan kepada para pemegang saham.

Semakin besar modal yang dimiliki oleh suatu bank, berarti kepercayaan masyarakat bertambah baik dan bank tersebut akan diakui oleh bank-bank lain baik di dalam maupun di luar negeri sebagai bank yang posisinya kuat

b. Dana yang berasal dari masyarakat luas.

· Simpanan Giro (Demand deposit)

Simpanan Giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang hampir merupakan kebalikan dari sistem cek.

· Simpanan Tabungan (Saving Deposit)

pengertian tabungan menurut Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek.

· Simpanan Deposito

Pengertian deposito menurut UU No.10 Tahun 1998 adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank.

Jenis-jenis Deposito :
§ Deposito berjangka (tidak bisa dipindah tangankan)
§ Sertifikat Deposito (dapat diperjualbelikan)
§ Deposito On Call (jangka waktunya tidak lebih dari 1 bulan)

A. Utang jangka panjang

Hutang jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu perioda akuntansi (1 th) dihitung dari tanggal pembuatan neraca per 31 Desember. Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset tertentu. Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka panjang tidak pernah dikenai oleh transaksi pengeluaran kas. Pada akhir perioda akuntansi bagian tertentu dari hutang jangka panjang berubah menjadi hutang jangka pendek. Untuk itu harus dilakukan penyesuaian untuk memindahkan bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo menjadi hutang jangka pendek.

Ada beberapa kelebihan menarik hutang jangka panjang melalui obligasi dibanding menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.

§ Keuntungan menarik obligasi
§ Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak mempengaruhi manajemen.
§ Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
§ Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.


Ø Jenis Hutang Jangka Panjang

Secara garis besar hutang jangka panjang digolongkan pada dua golongan yaitu :

1. Hutang Hipotik : Hutang yang timbul berkaitan dengan perolehan dana  dari pinjaman yang dijaminkan dengan harta tetap. Dalam penjanjian disebutkan harta peminjam yang dijadikan jaminan berupa tanah atau gedung. Jika peminjam tidak melunasi pada waktunya, pemberi pinjaman dapat menjual jaminan tersebut yang kemudian diperhitungkan dengan hutang.

2. Hutang Obligasi : Hutang yang timbul berkaitan dengan dana yang d iperoleh melalui pengeluaran surat-surat obligasi. Pembeli obligasi disebut pemegang obligasi. Dalam surat obligasi dicantumkan nilai nominal obligasi, bunga pertahun, tanggal pelunasan obligasi dan ketentuan lain sesuai jenis obligasi tersebut.

B. Utang jangka pendek :

Hutang jangka pendek, yaitu utang yang harus segera dilunasi, paling lambat umur dari utang ini satu tahun atau 1 periode akuntansi, misalnya 1 januari 2011-31 Desember 2011.

Jenis Hutang Jangka Pendek :
1) Utang Wesel/Wesel Bayar yaitu wesel yang harus kita bayar kepada pihak lain yang pernah kita berikan kepadanya. Biasanya umur utang wesel adalah 30 hari, 60 hari, atau 90 hari.

2) Utang Dagang (Account Payable) yaitu utang kepada rekanan (suplier) yaitu utang dalam rangka kegiatan perusahaan, atau utang ini terjadi karena membeli barang yang belum dibayar.

3) Biaya-biaya yang harus dibayar yaitu biaya-biaya yang belum kita lunasi dalam periode pembukuan tertentu. Misalnya utang gaji, utang upah dan utang-utang biaya lainnya.
  • Manajemen Penggunaan Dana
Manajemen penggunaan dana adalah dana yang diperoleh sebuah bisnis perbankan perlu dialokasikan dengan tepat. Untuk itu diperlukan suatu kebijakan alokasi aktiva. Alokasi aktiva merupakan pendistribusian dana investasi yang didasarkan pada fungsi dan kegunaan diantara berbagai kategori aktiva, termasuk ekuivalen kas, saham, investasi pendapatan tetap, dan aktiva berwujud lainnya. Alokasi aktiva akan berdampak baik pada resiko maupun laba. Alokasi aktiva merupakan konsep sentral dalam perencanaan keuangan bagi manajemen investasi bisnis perbankan, kebijakan alokasi aktiva perlu mengindahkan tingkat likuiditas, tetapi tidak mengabaikan tingkat rentabilitas. Untuk itu dana yang diperoleh dialokasikan ke dalam cadangan primer, cadangan sekunder, kredit, dan investasi dalam perbandingan yang tepat sesuai dengan perubahan-perubahan. Manajemen Penggunaan Dana terdiri dari :

a. Alokasi dana pada Primary Reserve (cadangan primer) prioritas utama dalam alokasi dana adalah menempatkan dana untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia (sebagai pembina dan pengawas bank). Dana-dana akan dialokasikan untuk memenuhi ketentuan likuiditas wajib minimum atau disebut juga giro wajib minimum karena penempatannya berupa giro bank umum pada Bank Indonesia. Primary reserve merupakan sumber utama bagi likuiditas bank, terutama untuk menghadapi kemungkinan terjadinya penarikan oleh nasabah bank, baik berupa penarikan dana masyarakat yang disimpan pada bank tersebut maupun penarikan (pencairan) kredit atau credit disbursement sesuai kesepakatan yang dibuat dihadapan notaris publik.

b. Alokasi dana pada Secondary Reserve (cadangan sekunder) priorotas kedua di dalam alokasi dana bank adalah penempatan dana-dana ke dalam noncash liquid asset (aset likuid yang bukan kas) yang dpat memberikan pendapatan kepada nasabah setiap ssaat dapat dijadikan uang tunai tanpa mengakibatkan kerugian pada bank. Surat-surat berharga tersebut antara lain :

· Surat berharga pasar uang atau SBPU;
· Sertifikat Bank Indonesia atau SBI;
· Surat berharga jangka pendek lainnya.
· Alokasi dana pada cadangan kerja prioritas dana yang untuk sebagai dana kerja atau sebagai dana pensiun para karyawan.
· Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali pada jangka waktu yang ditentukan.
· Investasi jangka panjang dibidang perkenomian, kata investasi sudah lazim dipergunakan dan sering diartikan sebagai penanaman uang dengan tujuan mencari untung.
  • Dana yang bersumber dari lembaga lain
Dalam praktiknya sumber dana ini merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana sendiri dan masyarakat. Dana yang diperoleh dari sumber ini digunakan untuk membiayai atau membayar transaksi-transaksi tertentu. Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari:

a. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), merupakan kredit yang diberikan bank Indonesia kepda bnk-bank yang mengalami kesulitan likuiditas. Kredit likuiditas ini juga diberikan kepada pembiayaan sektor-sektor usaha tertentu.

b. 2. Pinjaman antar bank (Call Money). Biasanya pinjaman ini di berikan kepada bank-bank yang mengalami kalah kliring di dalam lembaga kliring dan tidak mampu untuk membayar kekalahannya. Pinjaman ini bersifat jangka pendek dengan bunga yang relative tinggi jika dibandingkan dengan pinjaman lainnya.

3. Pinjaman dari bank-bank luar negeri. Merupakan pinjaman yang diperoleh oleh perbankan dari pihak luar negeri.

c. 4. Surat berharga pasar uang (SBPU). Dalam hal ini pihak perbankan menerbitkan SPBU kemudian diperjual belikan kepada pihak yang berminat, baik perusahaan keuangan maupun nonkeuangan. SPBU diterbitkan dan ditawarkan dengan tingkat suku bunga sehingga masyarakat tertarik untuk membelinya.

d. Kredit
Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan. UU No. 10 tahun 1998 menyebutkan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka watu tertentu dengan pemberian bunga.


Ø Unsur-Unsur Kredit :

· Kepercayaan
Dimana pihak perbakkan memiliki kepercayaan terhadap pihak peminjam, kepercayaan ini dapat diperoleh pihak bank bila telah melakukan analisis pada saat mengajukan proposal, sesuai dengan prosedur terhadap pihak peminjam.

· Kesepakatan
Pada saat proposal pengajuan kredit telah disetujui oleh pihak bank yang bersangkutan maka selanjutnya dilakukan kontrak kesepakatan dan ditandatangani oleh pihak bank dan pihak peminjam.

· Jangka waktu
Setiap kredit yang diajukan pasti terdapat jangka waktu tertentu, hal ini akan disesuaikan dengan jangka waktu yang telah disepakati pada saat kontrak kesepakatan. Jangka waktu dapat berbentuk jangka pendek, jangka menengah ataupun jangka panjang.

· Resiko
Semakin panjang waktu pinjaman maka akan membuat pengembalian pokok dan bunganya jauh lebih besar bila kita memilih jangka pendek karena hal ini akan berkaitan dengan resiko tidak tertagihnya kredit. Sebab sejauh ini yang menanggung resiko adalah pihak bank.

· Balas jasa
Balas jasa didalam bank umum adalah berupa bunga dan biaya administrasi. Hal ini merupakan keuntungan yang dapat diperoleh oleh pihak bank

Ø Jenis-Jenis Kredit :
1. Kredit investasi, Kredit ini diberikan kepada perusahaan yang baru akan berdiri untuk keperluan membangun pabrik baru.
  • Kredit modal kerja, Kredit ini diberikan kepada perusahaan yang telah berdiri, namun membutuhkan dana unutk meningkatkan produksi dalam operasionalnya. Misalnya dalam hal membayar gaji pegawai atau unutk membeli bahan baku.Investasi Jangka Panjang
Di bidang perekonomian, kata investasi sudah lazim di pergunakan dan sering diartikan sebagai penanaman uang dengan tujuan mencari untung. Dalam

kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, kata investasi diartikan lebih jelas, yaitu penanaman uang atau modal di suatu proyek atau perusahaan dengan tujuan untuk mencari untung di masa yang akan datang (Salim, 1991).Di Indonesia, topik investasi sudah diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK No. 13) Investasi adalah suatu aktiva yang digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (accreation of wealth) melalui distribusi hasil investasi (seperti bunga, royalti, deviden, dan uang sewa), untuk apresiasi nilai investasi atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

makalah perekonomian indonesia - perekonomian pada masa soekarno, orde lama dan awal kemerdekaan

0


BAB I
PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

Seperti negara-negara lainnya yang mengalami pergolakan ekonomi, begitu pula Indonesia yang hadir sebagai negara yang baru tumbuh, mengalami banyak sekali pergolakan ekonomi. Tetapi tidak hanya terjadi pada satu era saja tetapi pergolakan atau bisa disebut pula sebagai perkembangan ekonomi tersebut terjadi pada setiap era yang terjadi di Indonesia. Termasuk pasca kemerdekaan, Indonesia mengalami berbagai perjalanan baik maupun buruk disegala bidang. Indonesia berupaya untuk memperbaiki sistem yang ada di dalamnya. Dengan dibawah berbagai pemimpin Indonesia, Indonesia terus mengalami perubahan demi perubahan. Awal dari perkembangan ekonomi di Indonesia terjadi pada masa permerintahan orde lama dimana Presiden Soekarno sebagai pemimpin. Untuk saat ini pembangunan ekonomi setinggi-tingginya menjadi arahan utama yang ingin dicapai namun pada era itu pemerintah lebih fokus pada masalah politik sehingga masalah ekonomi cederung terbengkalai di beberapa hal. Dibawah ini akan di paparkan bagaimana perjalanan perekonomian di indonesia yang sempat dihadapkan dengan berbagai persoalan pasca kemerdekaan dan juga dilematis pertumbuhan indonesia yang baru saja melepaskan diri dari tekanan jajahan belanda.


1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana perekonomian Indonesia pada masa Soekarno?

2. Bagaimana perekonomian Indonesia pada masa Orde Lama?

3. Apa faktor-faktor penyebab memburuknya keadaan ekonomi di Indonesia pada awal kemerdekaan?

4. Apa saja upaya yang dilakukan pemerintah guna mengatasi kesulitan ekonomi pada saat itu?


1.3 Tujuan

Dimana dalam tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai penunjang nilai dalam mata kuliah Perekonomian Indonesia. Selain itu tujuan dalam penulisan makalah ini adalah ingin mengetahui bagaimana perkembangan dan kondisi perekonomian Indonesia pada zaman Soekarmo atau lebih dikenal sebagai era Orde Lama.


BAB II
PEMBAHASAN



A. Perekonomian Indonesia Pada Masa Soekarno

Dalam era demokrasi terpimpin, Presiden soekarno menjalankan sistem Ekonomi Terpimpin. Dalam sistem ekonomi ini, presiden secara langsung terlibat dan mengatur perekonomian. Seluruh kegiatan perekonomian terpusat pada pemerintah pusat. Akibatnya, kegiatan perekonomian di daerah menjadi terganggu dan menurun. Dalam era ekonomi terpimpin idonesia berulang kali mengganti desain ekonominya seiring dengan bergantinya kabinet yang sedang berkuasa.

Seperti negara-negara berkembang lain yang baru telepas dari kekuasaan kolonial, kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi di indonesia pada awal tahun 1950-an sebagian besar dibentuk oleh saling mempengaruhi masalah-masalah sosial dan ekonomi yang objektif yang menghadapkan negara dan gagasan-gagasan ekonomi dasar dari para perumus kebijaksanaan ekonomi yang utama. Dihadapkan pada tugas berat mendamaikan kembali kebutuhan mendesak untuk merehabilitas ekonomi yang mengalami kehancuran secara luas selama penduduk jepang dan revolusi, dengan permintaan umum yang kuat untuk mengubah ekonomi kolonial menuju ekonomi nasional. Ketika Indonesia menganut ekonomi terpimpin pemerintah menumpuh kebijaksanaan yang berorientasi ke dalam’ ( Inward-loking police). Kebijaksanaan ini dicirikan oleh kebijaksanaan “ Berdikari “ ( berdiri di atas kaki sendiri ), dan kebijaksanaan yang sangat membatasi, dan kemudian menolak sama sekali penanaman modal asing.

Selama kurun waktu ini perdagangan luar negeri banyak di kendalikan oleh pemerintah Indonesia, baik karena pertimbangan jangka pendek tentang neraca pembayaran (dengan membatasi impor untuk menekan devisit transaksi berjalan ) maupun karena pertimbangan non-ekonomi, yaitu pertimbangan nasionalisme ekonomi yang dengan tegas melanjutkan ’pola ekonomi kolonial sebelum perang ‘ (preware kolonial pattern) yang sangat mengandalkan diri pda sektor ekspor komoditi-komoditi primer. Oleh karena ini terdapat aspirasi yang besar di antara para pemimpin nasional Indonesia untuk mendorong industrialisasi sebagai jalan jalan terbaik untuk memperluas landasan ekonomi indonesia yang pada waktu itu tergantung pada sektor pertanian.

Walaupun pemerintah tidak bersabahat dengan negara kapitalis barat namun kebijakan pemerintah yang membawa slogan Berdikari justru tetap mengandalkan bantuan luar negeri, termasuk bantuan negara barat. Kebijakan pemerintah tidak bisa dikatakan sebagai kebijaksanaan berorientasi ke dalam yang murni (pure inward-loking policies).

Bantuan luar negeri yang diperoleh digunakan untuk membiayai proyek-proyek subtitusi impor yang direncanakan oleh pemerintah Indonesia. Indonesia menjadi anti negara-negara barat namun berpaling ke negara-negara sosialis lainnya di Eropa Timur dan RCC untuk memperoleh bantuan luar negeri, untuk membeli peralatan perang.

Para perumus kebijaksanaan Indonesia mengambil beberapa langkah untuk sekurangnya menampung permintaan-permintaan mendesak nasionalisme ekonomi. Sesuai dengan hasil perjanjian Indonesia-Belanda yang telah disepakati pada Konferensi Meja Bundar di Deen Hag 1949, kepentingan-kepentingan Ekonomi Belanda terus mendapat jaminan dari Indonesia, menyusul pengakuan kemerdekaan Indonesia. dihadapkan pada situasi seperti ini, Indonesia membuat rumusan kebijaksanaan agar dapat mengambil langkah-langkah penting untuk mengambil bagian-bagian penting ekonomi di bawah pemilikan dan kontrol nasional. Tugas yang dihadapi pemerintah baru pada tahun 1950-an adalah untuk menstabilkan dan mengembangkan perekonomian yang didominasi oleh asing dan memiliki sebagian besar oleh pihak swasta. Pada tahun 1952 diperkirakan bahwa 50% dari semua produk konsumsi impor masih dikuasai 4 perusahaan besar belanda, dan 60 persen ekspor oleh delapan perusahaan.

Selain itu, bank-bank swasta sebagian besar berada di tangan tujuh bank asing, tiga diantaranya adalah milik belanda.

Negara baru seperti indonesia menghadapi persoalan besar dalam pemeliharaan infrastruktur, dibutuhkan lebih banyak investasi baru, sementara berambisi besar dalam hal pendidikan, pemeliharaan kesehatan, dan program reformasi kesejahteraan lainnya. Satu-satunya item dalam anggran yang memungkinkan untuk di pangkas adalah pengeluaran Militer. Seperti negara baru merdeka lainnya setelah melalui perjuangan kemerdekaan, pengeluaran di bidang militer meningkat luar biasa, namun suasana yang menjadi tenang kembali pastinya kemungkinan untuk mengurangi pembiyayaan operasi militer.hal ini dilakukan pada saat tahun 1951-1955, kemudian setelah itu terdapat peningkatak kembali. Kebijakan-kebijakan untk menaikkan kembali anggaran militer tersebut tidak membuat palemen dan partai politik yang berkuasa menjadi sangat populer di kalangan militer, dan ketegangan antara mereka dan kelompok mapan politis seringkali dipicu oleh Soekarno.

Dalam pelaksanaan Ekonomi Terpimpin ini perubahan hanya terjadi di kota-kota besar sehingga mengakibatkan banyaknya Urbanisasi yang terjadi. Kota-kota menjadi sangat padat sedangkan daerah-daerah pingggiran menjadi sepi. Sistem yang dibuat pemerintah untuk mengatur perdangan luar negeri dibuat pada awal 1950-an dan tarif impor yang tinggi. Dengan adanya kebijakan-kebijakan baru, membuat aktifitas ekspor-ekspor utama berasal dari wilayah pinggiran sepeti sumatera, kalimantan, dan pulau-pulau luar lainnya yang memiliki pendapatan seperti minyak, karet, kopra, timah, tembakau, yang semuanya menjadi di terpasung. Hal yang diakibatkan oleh situasi ini adalah maraknya perdagangan ke pasar gelap. Apalagi jarak dengan singapura yang sangat dekat membuat para pedagang lebih mudah menyelundupkan produk-produk mereka keluar Indonesia dan kembali dengan barang konsumsi impor ilegal. Dengan mejual produk-produk mereka ke luar negeri para pedagang mendapatkan harga barang 20 kali lipat daripada di jual di jakarta. Walaupun dari sudut pandang politik Soekarno berhasil menjaga indonesia tetap bersatu, “ Demokrasi terpimpin “ dan prinsip-prinsip yang menyertai Ekonomi terpimpin membawa indonesia pada salah satu krisis ekonomi paling dramatis dalam sejarah.


B. Perekonomian Pada Masa Orde Lama

Pada tanggal 17 Agustus 1945 setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Setlah itu, khususnya pada tahun-tahun pertama setelah merdeka, keadaan ekonomi Indonesia sangat buruk; ekonomi nasional boleh dikatakan mengalami stagflasi. Defisit saldo neraca pembayaran dan defisit keuangan pemerintah sangat besar; kegiatan produksi di sektor pertanian dan sektor industri manufaktur praktis terhenti; tingkat inflasi sangat tinggi, hingga mencapai lebih dari 500% menjelang akhir periode orde lama. Semua ini disebabkan oleh berbagai macam faktor, yang penting diantaranya adalah pendudukan Jepang, Perang Dunia II , Perang Revolusi, dan Manajemen Ekonomi Makro yang sangat jelek.

Dapat dikatakan bahwa Indoneisa pernah mengalami sistem politik yang sangat demokratis, yakni pada periode 1949-1956. Akan tetapi, sejarah Indonesia menunjukan bahwa sistem politik demokrasi tersebut ternyata menyebabkan kehancuran politik dan perekonomian nasional. Akibat terlalu banyaknya partai politik yang ada dan semuanya ingin berkuasa, sering terjadi konflik antarpartai politik. Konflik politik tersebut berkepanjangan sehingga tidak memberi sedikit pun kesempatan untuk membentuk suatu kabinet yang solid yang dapat bertahan hingga pemilihan umum berikutnya. Pada masa politik demokrasi itu, tercatat dalam sejarah bahwa rata-rata umur setiap kabinet hanya sekitar 2 tahun saja. Selama periode 1950-an struktur ekonomi Indonesia masih peninggalan zaman kolonialisasi.

Sktor formal/modern, seperti pertambangan, distribusi, transportasi, bank, dan pertanian komersi, yang memiliki konstribusi lebis besar daripada sektor informal/tradisional terhadap output nasional atau produk domestik bruto (PDB) didominasi oleh perusahaan-perusahaan asing tersebut relatif lebih padat kapital dibanding kegiatan-kegiatan ekonomi yang didominasi oleh pengusaha pribumi dan beralokasi di kota-kota besar , seperti Jakarta dan Surabaya.

Keadaan ekonomi di Indonesia, terutama setelah dilakukan nasionalisasi terhadap semua perusahaan asing di tanah air, termasuk perusahaa-perusahaan milik Belanda, menjadi lebih buruk dibanding keadaan ekonomi pada masa penjajahan Belanda, ditambah lagi dengan peningkatan laju inflasi yang sangat tinggi pada dekade 1950-an. Pada masa pemerintahaan Belanda Indonesia memiliki laju pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dengan tingkat inflasi yang sangat rendah dan stabil, terutama karena tingkat upah buruh dan komponen-komponen lainnya dari biaya produksi yang juga rendah, tingkat efeisensi yang tinggi di sektor pertanian, dan nilai mata uang yang stabil.

Selain kondisi politik di dalam negeri yang tidak mendukung, buruknya perekonomian Indonesia pada masa pemerintahan orde lama juga disebabkan oleh keterbatasan akan faktor-faktor produksi, seperti orang-orang dengan tingkat kewirausahaan dan kapabilitas manajemen yang tinggi, tenaga kerja dengan pendidikan/keterampilan yang tinggi, dana (khususnya untuk membangun infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh industri), teknologi, dan kemampuan pemerintah sendiri untuk menyusun rencana dan strategi pembangunan yang baik. Menurut pengamatan Higgins, sejak kabinet pertama dibentuk setelah merdeka, pemerintah Indonesia memberikan prioritas pertama terhadap stabilisasi dan pertumbuhan ekonomi, pembangunan industri, unfikasi, dan rekonstruksi. Akan tetapi, akibat keterbatasan akan faktor-faktor tersebut diatas dan dipersulit lagi oleh kekacauan politik nasional pada masa itu, akhirnya pembangunan atau bahkan rekonstruksi ekonomi Indonesia setelah perang tidak pernah terlaksana dengan baik.


C. Faktor-faktor Penyebab Memburuknya Perekonomian Di Indonesia Pada Awal Kemerdekaan

Pada akhir pendudukan Jepang dan pada awal berdirinya Republik Indonesia keadaan ekonomi Indonesia sangat kacau. Hal ini disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :

1. Inflasi yang sangat tinggi (Hiper-Inflasi).

Penyebab terjadinya inflasi ini adalah beredarnya mata uang pendudukan Jepang secara tak terkendali. Pada saat itu diperkirakan mata uang Jepang yang beredar di masyarakat sebesar 4 milyar. Dari jumlah tersebut, yang beredar di Jawa saja, diperkirakan sebesar 1,6 milyar. Jumlah itu kemudian bertambah ketika pasukan Sekutu berhasil menduduki beberapa kota besar di Indonesia dan meguasai bank-bank. Dari bank-bank itu Sekutu mengedarkan uang cadangan sebesar 2,3 milyar untuk keperluan operasi mereka. Kelompok masyarakat yang paling menderita akibat inflasi ini adalah petani. Hal itu disebabkan pada zaman pendudukan Jepang petani adalah produsen yang paling banyak menyimpan mata-uang Jepang.

Pemerintah Republik Indonesia yang baru berdiri, tidak dapat menghentikan peredaran mata uang Jepang tersebut, sebab negara RI belum memiliki mata-uang baru sebagai penggantinya. Maka dari itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu :

a. mata-uang De Javasche Bank;
b. mata-uang pemerintah Hindia Belanda;
c. mata-uang pendudukan Jepang.

Pada saat kesulitan ekonomi menghimpit bangsa Indonesia, tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI yang baru, Letnan Jenderal Sir Montagu Stopford mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang diduduki Sekutu. Uang NICA ini dimaksudkan sebagai pengganti uang Jepang yang nilainya sudah sangat turun. Pemerintah melalui Perdana Menteri Syahrir memproses tindakan tersebut. Karena hal itu berarti pihak Sekutu telah melanggar persetujuan yang telah disepakati, yakni selama belum ada penyelesaian politik mengenai status Indonesia, tidak akan ada mata uang baru.

Oleh karena itulah pada bulan Oktober 1946 Pemerintah RI, juga melakukan hal yang sama yaitu mengeluarkan uang kertas baru yaitu Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai pengganti uang Jepang. Untuk melaksanakan koordinasi dalam pengurusan bidang ekonomi dan keuangan, pemerintah membentuk Bank Negara Indonesia pada tanggal 1 November 1946. Bank Negara ini semula adalah Yayasan Pusat Bank yang didirikan pada bulan Juli 1946 dan dipimpin oleh Margono Djojohadikusumo. Bank negara ini bertugas mengatur nilai tukar ORI dengan valuta asing.

Adanya blokade ekonomi, oleh Belanda (NICA). Blokade laut ini dimulai pada bulan November 1945 ini, menutup pintu keluar-masuk perdagangan RI. Adapun alasan pemerintah Belanda melakukan blokade ini adalah :

a. Untuk mencegah dimasukkannya senjata dan peralatan militer ke Indonesia;
b. Mencegah dikeluarkannya hasil-hasil perkebunan milik Belanda dan milik asing lainnya;
c. Melindungi bangsa Indonesia dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang bukan Indonesia.

Akibat dari blokade ini barang-barang dagangan milik pemerintah RI tidak dapat diekspor, sehingga banyak barang-barang ekspor yang dibumihanguskan. Selain itu Indonesia menjadi kekurangan barang-barang impor yang sangat dibutuhkan.

2. Kas negara kosong, pajak dan bea masuk sangat berkurang, sehingga pendapatan pemeritah semakin tidak sebanding dengan pengeluarannya. Penghasilan pemerintah hanya bergantung kepada produksi pertanian. Karena dukungan petani inilah pemerintah RI masih bertahan, sekalipun keadaan ekonomi sangat buruk.


D. Usaha-usaha Mengatasi Kesulitan Ekonomi

Pada awal kemerdekaan masih belum sempat melakukan perbaikan ekonomi secara baik. Baru mulai Pebruari 1946, pemerintah mulai memprakarsai usaha untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi yang mendesak. Upaya-upaya itu diantaranya sebagai berikut :

1. Pinjaman Nasional

Program Pinjaman Nasional ini dilaksanakan oleh Menteri Keuangan. lr. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP. Pinjaman Nasional akan dibayar kembali selama jangka waktu 40 tahun. Besar pinjaman yang dilakukan pada bulan Juli 1946 sebesar Rp. 1.000.000.000,00. Pada tahun pertama berhasil dikumpulkan uang sejumlah Rp. 500.000.000,00. Sukses yang dicapai ini menunjukkan besarnya dukungan dan kepercayaan rakyat kepada Pemerintah RI

2. Konferensi Ekonomi, Februari 1946
Konferensi ini dihadiri oleh para cendekiawan, para gubernur dan para pejabat lainnya yang bertanggungjawab langsung mengenai masalah ekonomi di Jawa. Konferensi ini dipimpin oleh Menteri Kemakmuran, Ir. Darmawan Mangunkusumo. Tujuan konferensi ini adalah untuk memperoleh kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, seperti :

a. masalah produksi dan distribusi makanan
Dalam masalah produksi dan distribusi bahan makanan disepakati bahwa sistemautarki lokal sebagai kelanjutan dari sistem ekonomi perang Jepang, secara berangsur-angsur akan dihapuskan dan diganti dengan sistem desentralisasi.

b. masalah sandang
Mengenai masalah sandang disepakati bahwa Badan Pengawasan Makanan Rakyat diganti dengan Badan Persediaan dan Pembagian Makanan (PPBM) yang dipimpin oleh dr. Sudarsono dan dibawah pengawasan Kementerian Kemakmuran. PPBM dapat dianggap sebagai awal dari terbentuknya Badan Urusan Logistik (Bulog).

c. status dan administrasi perkebunan-perkebunan

Mengenai masalah penilaian kembali status dan administrasi perkebunan yang merupakan perusahaan vital bagi RI, konferensi ini menyumbangkan beberapa pokok pikiran. Pada masa Kabinet Sjahrir, persoalan status dan administrasi perkebunan ini dapat diselesaikan. Semua perkebunan dikuasai oleh negara dengan sistem sentralisasi di bawah pengawasan Kementerian Kemakmuran.

Konferensi Ekonomi kedua diadakan di Solo pada tanggal 6 Mei 1946. Konferensi kedua ini membahas masalah perekonomian yang lebih luas, seperti program ekonomi pemerintah, masalah keuangan negara, pengendalian harga, distribusi dan alokasi tenaga manusia. Dalam konferensi ini Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta memberikan saran-saran yang berkaitan dengan masalah rehabilitasi pabrik gula. Hal ini disebabkan gula merupakan bahan ekspor yang penting, oleh karena itu pengusahaannya harus dikuasai oleh negara. Hasil ekspor ini diharapkan dapat dibelikan atau ditukar dengan barang-barang lainnya yang dibutuhkan RI.

Saran yang disampaikan oleh Wakil Presiden ini dapat direalisasikan pada tanggal 21 Mei 1946 dengan dibentuknya Badan Penyelenggara Perusahaan Gula Negara (BPPGN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 3/1946. Peraturan tersebut disempurnakan melalui Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 1946, tanggal 6 Juni 1946 mengenai pembentukan Perusahaan Perkebunan Negara (PPN).

3. Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) pada tanggal 19 Januari 1947

Pembentukan Badan ini atas inisiatif Menteri Kemakmuran, dr. A.K. Gani. Badan ini merupakan badan tetap yang bertugas membuat rencana pembangunan ekonomi untuk jangka waktu 2 sampai 3 tahun. Sesudah Badan Perancang ini bersidang, A.K. Gani mengumumkan Rencana Pembangunan Sepuluh Tahun. Untuk mendanai Rencana Pembangunan ini terbuka baik bagi pemodal dalam negeri maupun bagi pemodal asing. Untuk menampung dana pembangunan tersebut pemerintah akan membentuk Bank Pembangunan.

Pada bulan April 1947, Badan Perancang ini diperluas menjadi Panitia Pemikir Siasat Ekonomi yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Moh. Hatta, sedangkan A.K. Gani sebagai wakilnya. Panitia ini bertugas mempelajari, mengumpulkan data dan memberikan saran kepada pemerintah dalam merencanakan pembangunan ekonomi dan dalam rangka melakukan perundingan dengan pihak Belanda.

Semua hasil pemikiran ini belum berhasil dilaksanakan dengan baik, karena situasi politik dan militer yang tidak memungkinkan. Agresi Militer Belanda mengakibatkan sebagian besar daerah RI yang memiliki potensi ekonomi baik, jatuh ke tangan Belanda. Wilayah RI tinggal beberapa keresidenan di Jawa dan Sumatera yang sebagian besar tergolong sebagai daerah minus dan berpenduduk padat. Pecahnya Pemberontakan PKI Madiun dan Agresi Militer Belanda II mengakibatkan kesulitan ekonomi semakin memuncak.

4. Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (RERA) pada tahun 1948.

Program yang diprakarsai oleh Wakil Presiden Drs. Moh. Hatta ini, dimaksudkan untuk mengurangi beban negara dalam bidang ekonomi, disamping meningkatkan efesiensi. Rasionalisasi ini meliputi penyempurnaan administrasi negara, Angkatan Perang dan aparat ekonomi. Sejumlah satuan Angkatan Perang dikurangi secara dratis. Selanjutnya tenaga-tenaga bekas Angkatan Perang ini disalurkan ke bidang-bidang produktif dan diurus oleh Kementerian Pembangunan dan Pemuda.

5. Rencana Kasimo (Kasimo Plan)

Program ini disusun oleh Menteri Urusan Bahan Makanan I.J. Kasimo. Pada dasarnya program ini berupa Rencana Produksi Tiga Tahun, 1948-1950 mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Untuk mningkatkan produksi bahan pangan dalam program ini, Kasimo menyarankan agar :

a. menanami tanah-tanah kosong di Sumatera timur seluas 281.277 ha.;
b. di Jawa dilakkan intensifikasi dengan menanam bibit unggul;
c. pencegahan penyembelihan hewan-hewan yang berperan penting bagi produksi pangan;
d. disetiap desa dibentuk kebun-kebun bibit;
e. tranmigrasi.

6. Persatuan Tenaga Ekonomi (PTE)

Organisasi yang dipimpin B.R. Motik ini, bertujuan untuk menggiatkan kembali partisipasi pengusaha swasta. Dengan dibentuknya PTE juga diharapkan dapat dan melenyapkan individualisasi di kalangan organisasi pedagang sehingga dapat memperkokoh ketahanan ekonomi bangsa Indonesia. Pemerintah menganjurkan agar pemerintah daerah usaha-usaha yang dilakukan oleh PTE. Akan tetapi nampaknya PTE tidak dapat berjalan dengan baik. PTE hanya mampu mendirikan Bank PTE di Yogyakarta dengan modal awal Rp. 5.000.000. Kegiatan PTE semakin mundur akibat dari Agresi Militer Belanda.

Selain PTE perdagangan swasta lainnya yang juga membantu usaha ekonomi pemerintah adalah Banking and Trading Corporation (Perseroan Bank dan Perdagangan).





BAB III
KESIMPULAN


DAFTAR PUSTAKA
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

makalah pengantar mananajemen - konsep manajemen

0



KATA PENGANTAR

          Puji beserta syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT, Dzat yang telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk lainnya. Sholawat beserta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepadaNabi Muhammad saw, keluarga, dan para sahabatnya. Atas anugerah dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “KONSEP MANAJEMEN“. Tanpa ridho dan kasih sayang nyaserta petunjuk dari-Nya, mustahi lkarya tulis ini dapat terselesaikan.
                   Kami selaku penulis berterimakasih kepadai buseni susanti yang telah membimbing matakuliah “penganta rmanajemen” dantentunya kami sangat menyadari dan keterbatasanakan kemampuan kami.
                   Olehkarenaitu, kami mengharapkan saran maupunkritikdari para pembaca. Akhirnya, atassegalaperhatian, kerjasama, danbantuannya, kami ucapkanterimakasih.


                                                                            Bandung, 11 September 2014
                                                                                                 
                                                                                                 
                                                                                             Penulis








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………… 1
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………… 2
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………. 3
A.  LatarBelakangMasalah …………………………………………………………….. 3
B.PerumusandanPembatasanMasalah ……………………………………………….. 3
C. TujuanPenulisan ……………………………………………………………………... 3

BAB II KONSEP MANAJEMEN ………………………………………………………4
A. BatasanManajemen ……………………………………………………………….…...4
B. FilsafatManajemen …………………………………………………………………….4
C. IlmudanSeniManajemen …………………………………….………………………..5
D. PentingnyaTujuandalamManajemen …………………………………………………6
E. Manajemen, Manajer, Kepemimpinan ……………………………………………….…6
F. KeterampilandanPeranManajer ……………………………………………………….7
G. Proses Manajemen…………………………………………………………………….. 8
BAB III PENUTUP …………………………………………….……………………….. .9
A. Kesimpulan ……………………………………………………………..………………9

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………10



 

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Konsep Dasar Manajemen sebetulnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip Manajemen, baik langsung maupun tidak langsung. Baik di sadarai ataupun tidak disadari. Ilmu Manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke 20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama revolusi industri.
Yaitu perubahan-berubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragama sejenisnya.
Sekarang timbul suatu pertanyaan “siapa sajakah yang sebenarnya memakai Manajemen “ apakah hanya digunakan di perusahaan saja atau apakah di pemerintahan saja. manajemen diperlukan dalam segala bidang. Bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan. Dimana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini seperti:
1.      Apa pengertian dan batasan manajemen?
2.      Bagaimana prinsip manajemen sebagai ilmu dan seni?
3.      Bagaimana prinsip manajemen sebagai profesi?
4.      Bagaimana pentingnya tujuan dalam manajemen?
C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahuai pengertian & batasan manajemen
2.      Untuk mengetahuai manajemen sebagai ilmu dan seni
3.      Untuk mengetahuai manajemen sebagai profesi
4.      Untuk mengetahuai pentingnya tujuan dalam manajemen
BAB II
PEMBAHASAN

KONSEP MANAJEMEN
A.    BATASAN MANAJEMEN
Istilahmanajementelahdiartikanolehberbagaipihakdenganperspektif yang berbeda, misalnyapengelolaan, pembinaan, pengurusan, kepemimpinan, dansebagainya. Salah satunyaJames A.F Stoner dan Charles wankelmenberikanbatasanmanajemensebagaiberikut. “Manajemenadalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, danpengendalianupayaanggotaorganisasidanpenggunaanseluruhsumberdayaorganisasilainnya demi tercapainya tujuan oranisasi”. Yang dimaksuddengan proses yaitucarasistemaitisuntukmenjalankansuatupekerjaan.
B.     FILSAFAT MANlAJEMEN
Filsafatsecaraumumsebagaiilmupengetahuan yang mengkajihakikatsegalasesuatuuntukmemperolehkebenaran. Ada yang mengemukakansebuahfilsafatyaituMoekijatdiamengatakanbahwafilsafatadalahsuatu system pemikiran yang menjelaskangejalatertentudanmemberikanserangkaianprinsipuntukmemecahkanpermasalahan yang berhubungandenganpencapaiansuatutujuantertentu.
Filsafatmanajemenadalahbagian yang terpentingdaripengetahuandankeprcayaan yang memberikandasar yang luasuntukmenetapkanpemecahanpermasalahanmanajerial.MenurutDavis danFilleytedapat factor-faktordalamfilsafatmanajemen yang diperlukandanmemilikihubungansalingketergantungansatusama lain dalammencapaitujuan.
1.      Kepentinganumum
2.      Tujuanusaha
3.      Pimpinanpelaksana
4.      Kebijakan
5.      Fungsi
6.      Factor dasar
7.      Strukturorganisasi
8.      Prosedur
9.      Moral kerja

C.    ILMU DAN SENI MANAJEMEN
a.      Ilmu
Manajemensebagaiilmuadalahakumulasipengetahuan yang di sistematisasikanataukessatuanpengetahuan yang terorganisasi. Kita akanmemperolehkarakteristikpokok yang terdapatpadapengetianilmuitu, yaitu
1.      Bersifatrasional
Rasionaladalahsuatusifataktivitasberpikir yang di tundukkanpadalogika formal dalammengikutiurutanberpikirsilogisme.
2.      Bersifat empires
Dikatakanbersifat empires karenakesipulan yang diambilharusdapatditundukkanpadapemeriksaanataupadaverifikasiindramanusia.
3.      Bersifatumum
Yang dimaksudbersifatumumartinyakebenaran yang dihasilkansebagaiilmutersebutdapatdiverifikasiolehpeninjauanilmiah.
4.      Bersifatakulatif
Bersifatakumulatifadalahapa yang dipelajarimerupakankelanjutandariilmu yang telahdikembangkansebelumnya.

b.      Seni
Manajemensebagaisuatuseni, bukanberarti yang berhubungandenganseni music, tari, drama, lukisdansebagainya. Tapi yang dimaksudsenidisiniadalahmerupakankeahlian, kemahiran, kemampuan, danketerampilandalammenerapkanprinsip, metode, danteknikdalammengguanakansumberdayamanusiadansumberdayaalamsecaraefektifdanefisienuntukmencapaitujuan. G.R. Terrymengatakan, secarasensialmanajeradalahseorangilmuwandanseorangseniman.

D.    PENTINGNYA TUJUAN DALAM MANAJEMEN
Tujuanmanajemenadalahsesuatu yang ingindirealisasikan, yang menggambarkancakupantertentudanmenyarankanpengarahankepadausahaseorangmanajer. Dapatkitaambilempatelemenpokok yang berdasarkanpengertiantersebut.
1.      Sesuatu yang ingindirealisasikan (goal)
2.      Cakupan (scope)
3.      Ketepatan (depinitness)
4.      Pengarahan (direction)

E.     MANAJEMEN, MANAJER, DAN KEPEMIMPINAN
Manajemendisiniadalahsenidanilmuperencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, danpengendalianterhadap orang danmekanismekerjauntukmencapaitujuan. Dan yang disebutmanajeradalahseseorang yang bertindakperencana, pengorganisasi, pemotivasi, danpengendaliterhadap orang danmekanismekerjauntukmencapaitujuan. Sedangkankepemimpinanadalahsikapdanperilakuuntukmempengaruhi para bawahan agar merekamampubekerjasamasehinggadapatbekerjasecaraefisiendanefektif. George R. Terrymendeskripsikanpekerjaanmanajeradaempatelemenyaitu
1.      Perencanaan (Planning)
2.      Pengorganisasian (Organizing)
3.      Penggerakan (Actuating)
4.      Pengendalian (Controlling)



F.     KETERAMPILAN DAN PERAN MANAJER
Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchardmengemukakanbahwaterdapattigabidangketerampilan yang pentinguntukmelaksanakan proses manajemenbagiseorangmanajer.
1.      Keterampilanteknis (technical skill)
yaitukemampuanuntukmenggunakanpengetahuan, metode, prosedur, teknik, danakal yang diperlukanuntukmelaksanakantugasspesifik yang diperolehlewatpengalaman, pendidikan, dan, pelatihan.
2.      Keterampilanmanusiawi (human skill)
yaitukemampuandanpertimbangan yang diusahakanbersama orang lain, termasukpemahamanmengenaimotivasidanaplikasitentangkepemimpinan yang efektif.
3.      Keterampilankonseptual (conceptual skill)
yaitukemampuanmemahamikompleksitaskeseluruhanorganisasitempatseseorangberadaptasidalamoperasi.
Ada tigaperanmanajer yang dasaryaitu, peranantarpribadi/interpersonal, peraninformasional, peranpengambilkeputusan.
a.      Peranantarpribadi/interpersonal
Dalamperaninimanajerharusberperansebagaitokoh, pemimpin, danpenghubung.
b.      Peraninformasional
Peraninimengalirsecaraalamidariperanpenghubung interpersonal yang telahdibahassebelumnya. Proses pelaksaandariperaninimenempatkatpadasuatutitikstrategisuntukmengumpulkandanmenyebarkaninformasi. Peranpemberiinformasi yang pertamaadalahpengawas (monitor).
c.       Peranpengambilkeputusan
Informasi yang telahdiperolehmanajersebagaihasilpelaksanaanperanpembawainformasimemilikidampakpadakeputusanpenting yang diabuat.
G.    PROSES MANAJEMEN
Proses manajemenmelibatkanempatfungsidasar, yaituperencanaan, pengorganisasian, pengarahan, danpengendalian.
a.       Perencanaan (planning)
Perencanaandilakukanuntukmenetapkansejumlahpekerjaan yang harusdilaksanaka. Tujuan yang ingindirealisasikantersebutharustetapdiperhatikan, dipedomi, dandijadikanbacaanolehsetiapelemenorganisasi, khususnyamanajer yang memegangkemudiorganisasi.
b.      Pengorganisasian(organizing)
Organisasiadalah proses pendistribusianpekerjaan yang harusdilakukanolehindividuataukelompokdenganotoritas yang diperlakukanuntukpengoprasiannya. Dengandemikiankewajiban yang dijalankanmemberikansaluran yang efektifbagisetiapaktivitas yang dilaksanakan.
c.       pengarahan (directing)
pengarahanadalahsuatukegiatan yang berhubungandenganpemberianperintahdan saran. Perintahdan saran yang diberikanmanajerkepadabawahanharusjelasdanrealistis.
d.      Pengendalian(controlling)
Seorangmanajerharusmengevaluasidanmenilaipekerjaan yang dilakukanoleh para bawahan. Tetapihalitudilakukanuntukmembimbingbawahan agar pekerjaan yang dikerjakansesuaidenganrencana yang telahditetapkan.





BAB III
                                                    PENUTUP


A. KESIMPULAN
Istilahmanajementelahdiartikanolehberbagaipihakdenganperspektif yang berbeda, misalnyapengelolaan, pembinaan, pengurusan, kepemimpinan, dansebagainya. Konsepmanajemenjugameliputiilmu yang rasional, empires, umum, danakulatif, danjugaseni. Serta pentingadanyatujuandalammanajemenyaituuntukmerealisasikangambaranpadacakupantertentu.danharusadaperansertaketerampilanjugadariseorangmanajer.














DAFTAR PUSTAKA

George R. Terry ,Dasar-DasarManajemen

















Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Follow Me

Facebook  Fanspage Twitter  Google+ Instagram gmail