![]() |
| coretan tak berguna |
Hari ini taggal 28-04-2016 panas begitu menyengat, padahal barusaja aku tengok jam yang berada di layar utama handphone tua ku menunjukan angka 10.15 WIB. apa yang salah dengan hari ini? apa mungkin Tuhan sedang marah? "celoteh dalam hati mengajak bercanda".
Di sisi lain, orang-orang lalu lalang di depanku merasa paling gagah dengan pakaian yang ia kenakan sambil mulutnya menganga penuh busa dan sesekali mereka nampak seperti sekelompok anak jalanan yang sedang mabuk di simpang jalan.
Saat ini, aku duduk sendiri di bawah pohon mini yang menjadi persinggahan setelah melewati jam jam membosankan di dalam kelas, selain itu disini juga tempatnya suara-suara para dewa bercengkrama. namun terkadang seketika sunyi seperti kuburan, terkadang pula gaduh bak sidang paripurna bulan april yang lalu, apalagi ketika wanita lewat didepannya sehingga lebih mirip seperti anak jalanan yang sedang mabuk di simpang jalan.
Yang jelas, seperti inilah orang-orang yang setiap hari ku temui dan nampaknya kampus menjadi wahana bermain paling menyenangkan. tetapi sayang, hanya saja tidak ada ayunan.
tak lama akupun terpaut suasana hingga merasa bosan.
lalu aku beranjak dari omong kosong yang keluar dari suara dewa menuju tempat biasa aku bersembunyi. namun keadaan nampaknya sama saja bahkan lebih menyenangkan dari tempat sebelumnya.
ternyata jam kuliah barusaja selesai dan dewa dewi pun berjajar meninggalkan kayangan. tidak munafik memang sungguh menyenangkan melihat dewi-dewi bejalan yang setiap hari semakin jelas anu-nya. oalahhhh.
Mungkin seperti ini kehidupan mahasiswa sebenarnya. bahwa belajar, membaca buku, diskusi,
bukan lagi hal yang penting atau bisa jadi memang enggak penting. sangat jauh berbeda dengan asumsiku dahulu ketika masih menjalani hari-hari liar waktu SMA. sebab yang aku tahu mahasiswa itu ya maha nya siswa atau masa dimana dewa-dewa mencari kebenarannya.
bukan lagi hal yang penting atau bisa jadi memang enggak penting. sangat jauh berbeda dengan asumsiku dahulu ketika masih menjalani hari-hari liar waktu SMA. sebab yang aku tahu mahasiswa itu ya maha nya siswa atau masa dimana dewa-dewa mencari kebenarannya.
yang dipundaknya dibasahi air mata, tangannya bak ujung tombak perjuangan dan kaki di ikat gemuruh harapan yang bergelimang darah.
"Tetapi ya sayang, yang aku lihat dahulu hanyalah gambar semu dari sebuah layar berukuran 14 inci dan juga dari lembaran kusam sejarah yang ku temui di bawah rak sepatu orang-orang terlupakan."
Ternyata semuanya telah lenyap dalam kekejaman jaman.
pundak yang dahulu basah berbekas sandaran orang-orang lapar terganti oleh aroma parfum kemewahan,
tangan yang dahulu terkepal bersembunyi di sela saku kemunafikan, dan
kaki yang berdarah telah patah tertancap dalam penghianatan!.








0 komentar:
Posting Komentar