ILMU ALAMIAH
DASAR
Disusun Oleh:
Abdurahman Hanafi (1148020003)
Adrizal Eka Putra (1148020008)
Aida Ayu Hartiena (1148020018)
Anggun Tria Utami (1148020027)
Arie Ramadan (1148020037)
Adrizal Eka Putra (1148020008)
Aida Ayu Hartiena (1148020018)
Anggun Tria Utami (1148020027)
Arie Ramadan (1148020037)
Manajemen/I/A
MANAJEMEN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2014
2014
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
wr wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Semesta
Alam yang tak pernah berhenti memberi segala nikmat-Nya. Shalawat serta salam
tak lupa, tetap tercurah kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad SAW yang
telah membawa kita ke jalan yang lurus, jalan yang terang benderang yaitu
Addinul Islam. Ucapan syukur teramat dalam kami sampaikan kepada Allah SWT,
yang telah memberi segala kemurahan-Nya untuk kami, sehingga dapat
menyelesaikan tugas makalah Penciptaan Jagat Raya Perspektif Islam ini tanpa
suatu halangan apapun.Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas dan
persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar sebagai
tugas kelompok di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Dalam penulisan
makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang
membantu dalam menyelesaikan tugas ini, khususnya kepada :
1.
Ibu Farah Ruqoyati,S.E,M.Siselaku Dosen
mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar yang telah memberikan kemudahan-kemudahan
baik berupa moril maupun materiil selama mengikuti perkuliahan di UIN Sunan
Gunung Djati Bandung. Dengan adanya tugas ini membuat kami menjadi lebih
menguasai materi, lebih paham, yang Insya Allah dapat di aplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Rekan-rekan semua di kelas A prodi Manajemen
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Kami ucapkan
juga terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam membantu
menyelesaikan tugas makalah ini.Kami mohon maaf apabila masih ada banyak
kekurangan dalam penyusunan makalah ini, itu semua karena di dunia tak ada yang
sempurna, kecuali Allah SWT semata.Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak
sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.Semoga makalah
ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang
membutuhkan. Amien....
Bandung,
29 September 2014
Penyusun Kelompok 6
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar........................................................................................................... 2
Daftar Isi.................................................................................................................... 3
BAB I PEMBAHASAN........................................................................................... 4
1. Pengertian Alam Semesta.................................................................................... 4
2. Teori-teori Penciptaan Alam................................................................................ 5
3. Tujuan Penciptaan Alam...................................................................................... 7
4. Pandangan Penciptaan Alam
dalam Perspektif Islam dan Sains Modern........... 8
5. Ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dalam Penciptaan Alam...................... 9
BAB II
KESIMPULAN........................................................................................... 12
A. Kesimpulan.......................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 13
BAB I
PEMBAHASAN
1.
Pengertian Alam Semesta
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia kata “alam” memiliki arti segala yang ada di langit dan di
bumi (seperti bumi, bintang, kekuatan). Sedangkan kata “semesta” berarti
seluruh; segenap; semuanya: semua yang ada di alam – tidak dapat lepas dari
takdirnya masing-masing; (berlaku untuk) seluruh dunia, universal.
Alam semesta,
menurut orang Babylonia (kuranglebih 700-600 SM), merupakan suatu ruangan atau
selungkup dengan bumi yang datar sebagai lantainya dan langit beserta bintang
sebagai atapnya. Jadi, alam semesta atau jagat raya adalah suatu ruangan yang
maha besar yang di dalamnya terdapat kehidupan yang biotic dan abiotik, serta
di dalamnya terjadi segala peristiwa alam baik yang dapat diungkapkan manusia
maupun yang tidak.
Di abad 19, gagasan
yang umum adalah bahwa alam semesta merupakan kumpulan materi berukuran tak
hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya.
Pengertian dari alam semesta
adalah ruang dimana di dalamnya terdapat kehidupan biotic maupun abiotik serta
segala macam peristiwa alam yang dapat diungkapkan maupun yang belum dapat
diungkapkan oleh manusia. Atau ada pula yang mengatakan bahwa pengertian alam
semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos. Mikrokosmos adalah
benda-benda yang mempunyai ukuran sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel,
amuba, dan sebagainya. Sedang makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai
ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet, dan galaksi.
.
Adapun ayat-ayat yang menjelaskan bahwa Allah
SWT-lah yang telah menciptakan alam semesta adalah :
(Q.S.
Al-Baqarah [2] :29 )
هُوَ الَّذِي
خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ
سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya :“ Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan
Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia
Maha mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. Al-Baqarah [2] :29 )
2.
Teori – Teori Penciptaan Alam Semesta
Zaman dahulu
kala, pengetahuan manusia mengenai alam semesta sangatlah terbatas.Peralatan
untuk meneliti angkasa tidaklah secanggih sekarang.Karenanya, kadang kala
manusia berpikir yang aneh-aneh tentang munculnya alam semesta.Berbagai
percobaan, pengamatan, hingga perhitunganpun dilakukan.
Adapun beberapa
teori-teori yang menjelaskan tentang model-model penciptaan alam semesta
diantaranya :
A. Teori Model Big Bang
Big Bang
merupakan model penciptaan alam semesta yang menerangkan bahwa alam semesta
telah “diciptakan dari ketiadaan.” Edwin Hubble (1929) memulai
penelitian di observatorium Mount
Wilson California, Amerika. Dia membuat salah satu penemuan terbesar di sepanjang sejarah astronomi.
Ketika mengamati bintang-bintang dengan teleskop raksasa, ia menemukan bahwa
mereka memancarkan cahaya merah sesuai dengan jaraknya. Hal ini berarti bahwa
bintang-bintang ini “bergerak menjauhi” kita. Sebab, menurut hukum
fisika yang diketahui, spektrum dari sumber cahaya yang sedang bergerak
mendekati pengamat cenderung ke warna ungu, sedangkan yang menjauhi pengamat
cenderung ke warna merah.Sebelumnya, Hubble telah
membuat penemuan penting lain. Bintang dan galaksi bergerak tak hanya menjauhi
kita, tapi juga menjauhi satu sama lain.Dari sini dapat disimpulkan dari suatu
alam semesta di mana segala sesuatunya bergerak menjauhi satu sama lain adalah
bahwa ia terus-menerus “mengembang”.
Adapun
arti mengembang, maka ini menunjukan bahwa pada awalnya ia berasal
dari satu titik tunggal. Perhitungan menunjukkan
bahwa “titik tunggal” ini yang berisi semua materi alam semesta haruslah
memiliki “‘volume nol”, dan “kepadatan tak hingga”. Alam semesta telah
terbentuk melalui ledakan titik tunggal bervolume nol ini.dan ledakan
inilah yang disebut dengan Big Bang.
Teori Big Bang menunjukkan, semua benda di alam semesta pada awalnya adalah
satu wujud, dan kemudian terpisah-pisah. Ini diartikan bahwa keseluruhan materi
diciptakan melalui Big Bang atau ledakan raksasa dari satu titik tunggal, dan
membentuk alam semesta kini dengan cara pemisahan satu dari yang lain.
B. Teori Model Steady-State
Model ini
adalah model alam semesta tetap. Sir Fred Hoyle (1928) menyatakan bahwa
alam semesta tak hingga dan kekal sepanjang masa (alam semesta ini statis). Hal
ini bertujuan mempertahankan paham Materalis.
Model Penciptaan Menurut Al-Qur’an
Sebagaimana dalam al-qur’an (Q.S. Al-Sajdah [32] :4 ):
اللَّهُ
الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ
ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا
شَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ
Artinya : “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan
segala yang ada diantara keduanya dalam waktu enam hari, kemudian dia bersemayam
di atas Arsy.Kamu semua tidak memiliki seorang penolong dan pemberi syafaat pun
selain diri-Nya. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikannya ?”
Sebagaimana
orang muslim dengan berlandaskan iman, dan berpegang teguh pada Qur’an dan
Sunnah. Telah jelas di dalam Al-Qur’an yang telah dicantumkan oleh yang
MahaCerdas, bahwasannya Alam Semesta diciptakan dan alam semesta
ini berkembang (tidak statis).
Di sini
dapat kita tarik kesimpulan dengan merujuk pada teori Al-Qur’an, ketiga
model penciptaan di atas (Model teori Alam Semesta Tak Hingga, Model Teori
Multiverse, Model teori steady-state) berlawanan dengan Al-Qur’an, selain itu
juga berlawanan dengan ilmu pengetahuan yang di yakini saat ini, sehingga
teori-teori ini disebut dengan teori penciptaan yang runtuh.Adapun dengan
model teori Big Bang, teori ini memiliki kesamaan dengan teori yang Allah SWT
kronologiskan di dalam Al-Qur’an.Maka teori
ini disebut dengan teori penciptaan yang dipertahankan.
3. Tujuan penciptaan alam
Tujuan
Penciptaan Alam
Pada hakekatnya
segala sesuatu yang tercipta, benda hidup maupun mati, nyata ataupun tidak,
semuanya adalah milik Allah semata yang pada akhirnya semuanya akan kembali
kepada-Nya. Baik secara suka atau terpaksa, segala alam yang ada itu menjadi
tunduk dan patuh pada hukum dan ketetapan Allah.
Hanya karena
sifat kasih dan sayang dari Allah maka manusia yangi ciptakan adalah diberi
tugas sebagai kholifah di bumi ini bertugas untuk megelola, membudayakan,
memanfaatkan dan melestarikan alam. Tugas tersebut diberikan kepada manusia
karena Allah menciptakn manusia sebagai makhluk yang terbaik, seperti yang
disebutkan dalam surat At Tiin ayat 4. Manusia di dalam kehidupannya di dunia
dibekali oleh Allah dengan potensi dasar.Potensi dasar itu dapat nampak dan
dilihat dalam jiwa, raga, tubuh, dan ruh.
Dari potensi
dasar manusia yang berupa akal yang bisa melahirkan daya berfikir dan daya
nalar, akhirnya manusia dapat menundukkan, menguasai, dan memanfaatkan
alam.Dengan akal itu pula manusia dapat mengamati, meneliti, menganalisis gejala-gejala
alam yang timbul, dan menguasai rahasia-rahasianya. Sehingga pada puncak
penelitian dan penemuannya itu, akan wujud dan keagungan Allah sebagai
penciptanya.
Dengan
demikian, tujuan alam diciptakan adalah bukan untuk dirusak, dicemari, dan
dihancurkan.Akan tetapi adalah untuk difungsikan semaksimal mungkin dalam
kehidupan. Tujuan alam diciptakan juga bukan untuk disembah, dikultuskan,
dan dimintai pertolongan. Akan tetapi adalah untuk dikelola, dibudidayakan, dan
dimanfaatkan dalam kehidupan.Pada akhirnya alam diciptakan hanya sebagai
fasilitas semata bagi manusia untuk mengenal dan lebih mendekatkan diri pada
Allah.
- Hubungan Penciptaan Alam dalam Pandangan Islam dan Sains Modern
Diantara segi kemukjizatan Al-Qur’an adalah adanya beberapa petunjuk yang
detail mengenai ilmu pengetahuan umum yang telah ditemukan terlebih dahulu
dalam Al-Qur’an sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern. Penciptaan alam
berdasarkan konsep Islam dan Sains modern ternyata memiliki hubungan, dan dari
beberapa hasil observasi kosmolog ternyata banyak yang sesuai dengan beberapa
firman Allah SWT, antara lain sebagai berikut:
Surat Az-Zariyat ayat 47
(Artinya) “Dan
langit kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar
meluaskannya.”
Menurut Baiquni yang dimaksud Banayna bi’abidin oleh ayat ini adalah
ketika ledakan besar terjadi dan inflasi melandanya sehingga beberapa
dimensinya menjadi terbentang. Sedangkan yang dimaksud dengan inna
lamusi’un, adalah Tuhan yang membuat kosmos berekspansi.Pernyataaan ini
diperkuat oleh maksud lafal yang terpakai, yakni isim al-fa’il, active
participle yang menunjukkan bersifat tetap dan permanen seperti yang
dikemukakan sebelumnya.Hal ini berarti ekspansi alam berlangsung sejak ledakan
besar sampai seterusnya.
Kata musi’un
dalam bahasa arab sangatlah tepat diterjemahkan sebagai “meluaskan” atau
“mengembangkan” yang sesuai dengan penjelasan sains masa kini bahwa alam
semesta memang meluas atau mengembang. Stephen Hawking, dalam A Brief
History of Time (1980), mengatakan bahwa penemuan bukti mengembangkannya
alam semesta merupakan salah satu revolusi terbesardalam ilmu pengetahuan abad
ke-20. Berdasarkan teori Bing Bang yang telah diterima, alam semesta terbentuk
sekitar 13,7 miliar tahun lalu dan terus mengembang sejak saat itu. Pakar-pakar
Astronomi mengenali empat model grafik alam semesta di masa akan datang, yaitu accelerating
expansion (pengembangan yang bertambah cepat), open universe (alam
semesta terbuka), flat unirvese (alam semesta datar), dan closed
universe (alam semesta tertutup). Model closed universe menjelaskan
bahwa suatu saat alam semesta akan mengerut.
5. Ayat-ayat Al-Qur’an Yang
Berhubungan Dalam Penciptaan Alam
Tafsir – Tafsir Penciptaan
Alam Semesta Berdasarkan Persfektif Al-Qur’an
Menurut pandangan Al Quran, penciptaan alam
semesta dapat dilihat pada surat Al Anbiya ayat 30.
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ
السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ
أَفَلا يُؤْمِنُونَ
“Dan apakah orang-orang yang kafir
tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu
yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya.dan dari air kami jadikan segala
sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”
Menurut ayat di
atas dikatakan bahwa langit dan bumi dahulunya merupakan satu kesatuan yang
padu.
ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ
فَقَالَ لَهَا وَلِلأرْضِ اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا
طَائِعِينَ
فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ
وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاءٍ أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا
بِمَصَابِيحَ وَحِفْظًا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
“Kemudian
Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata
kepadanya dan kepada bumi, “ Datanglah kamu keduanya menuruti perintah-Ku
dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab, “Kami datang dengan
suka hati”
“ Maka
Dia menjadikannya 7 langit dalam 2 masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap
langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang
cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya`” (
Fushshilat 11-12)
Surat ini
menerangkan bahwa yang pertama kali Allah ciptakan sebelum ada bintang-bintang
dan galaksi, adalah bumi, kemudian Allah swt siapkan makanan di bumi bagi
subject utama penciptaan alam semesta , yaitu manusia. Baru setelah itu Allah
ciptakan langit dan bintang-bintang dalam enam masa.Seperti diterangkan dalam
Surat Al A’raf ayat 54, alam semesta ini diciptakan selama 6 masa.
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ
السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ
وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ
اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Sesungguhnya
Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,
lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy.Dia menutupkan malam kepada siang yang
mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan
bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya.Ingatlah,
menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta
alam.
Bumi sebelumnya
adalah planet yang mati dan Allah menghidupkannya dengan menu-runkan air dari
langit.
وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلا
لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ
“ Dan
Allah menurunkan dari langit air dan dengan air itu dihidupkannya bumi sesudah
matinya.”. (QS`An Nahl ; 65). Pertanyaannya adalah darimana air ini
berasal ?Padahal waktu itu belum ada awan yang bisa menghasilkan hujan, belum
ada langit yang bisa menahan uap air.Maka satu-satunya kemungkinan asal air
adalah dari Arasynya Allah.
وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ
فَأَسْكَنَّاهُ فِي الأرْضِ وَإِنَّا عَلَى ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ
“ Dan
Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu
menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa menghilangkannya.”(
QS Al- Mu’minun ; 18 )
Perhatikan
kalimat “lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi” , ini
menerangkan bahwa air bukanlah pemukim asli bumi tetapi pendatang.
وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ
أَفَلا يُؤْمِنُونَ
“ ……….Dan
dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup, Maka mengapakah mereka tiada
juga beriman “ ( QS. Al-Anbiya ;30 ).
وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا
بِهِ أَزْوَاجًا مِنْ نَبَاتٍ شَتَّى
“ …. Maka
Kami tumbuhkan dengan air itu berjenis-jenis tumbuhan yang bermacam-macam “
( QS Tha Ha ; 53)
وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ
“ Dan
Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air … (QS An Nur ; 45).
Ketiga ayat
tersebut makin menjelaskan kepada kita bahwa setelah air diturunkan ke bumi,
maka sebelum Allah ciptakan hewan , tentunya yang terlebih dahulu Allah
cipakan adalah tumbuh-tumbuhan sebagai cadangan makanan hewan. Kemudian
hewan-hewan ada juga yang menjadi cadangan makanan untuk hewan-hewan
predator.Semua jenis hewan, baik burung maupun hewan darat, ternyata menurut
ilmu pengetahuan memang asal-usulnya hewan dari air.Misteri
berikutnya adalah dikatakan dalam Al Qur’an bahwa langit dan bumi dulunya
adalah suatu yang padu.Jadi bukan bumi dan bintang-bintang yang dulunya sesuatu
yang padu.
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ
السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا
“ ………bahwasanya
langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami
pisahkan antara keduanya……. “ ( QS. Al-Anbiya ;30 ).
BAB II
KESIMPULAN
Setelah
mengkaji tentang teori penciptaan alam semesta menurut Al-Qur’an
dan Sains. Kami menyadari bahwa ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an adalah
bagaikan dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan antara satu sama lainnya.
Seperti yang kami kutip dari seorang ilmuan besar Albert Einsten: ”religion
without science is blind and science without religion is damage.” (Albert
Einstein, 1960)
Ilmu
yang tidak disertai dengan agama akan hancur dan tumbang karena tidak adanya
kekuatan iman. Sedangkan agama tanpa ilmu akan menjadi rusak karena akan dapat
salah mengartikannya. Sebagaimana orang-orang materalis yang selalu menentang
akan adanya penciptaan alam semesta. Ini merupakan contoh yang sangat signifikan jika ilmu pengetahuan tidak
disertai dengan ajaran-ajaran agama.
Untuk itu kami dapat menyimpulkan bahwa :
1. Kebenaran Al-Qur’an akan selalu terbukti sampai
kapanpun.
2. Alam semesta berasal dari ketiadaan dan kemudian
menjadi ada, ( terjadi proses penciptaan) oleh Allah SWT
3. Penciptaan alam semesta terjadi
secara berproses (berkembang) sebagaimana yang telah Al-Qur’an jelaskan dan tidak statis (tetap).
4. Al-Qur’an lebih dahulu
menceritakan tentang proses penciptaan alam semesta jauh sebelum ilmu
pengetahuan mencapainya (sekitar abad 6) dan kini kebenaran Al-qur’an itu sudah
dapat dibuktikan kebenarannya dengan adanya kecocokan dalam sains (abad-20).
5. Ilmu dan agama akan selalu sejalan
selaras bersamaan.
Daftar Pustaka:
Al-Qur’an dan Terjemah
Hadits
Rosullullah
T.Djamaluddin, Menjelajahi
keluasan Langit Menembus Kedalaman Al-Qur’an, khazanah
Intelektual.2006.Bandung
Ensliklopedi
islam, Mukjizat Al-Qur’an (Penciptaan Alam Semesta) ,
2010. Jakarta.
http://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/09/06/tentang-kontroversi-hawking-allah-mencipta-semesta-dengan-cara-nya/ ,
tersedia …
http://bungabangsaku.blogspot.com/2009/09/proses-terbentuknya-alam-semesta-teori.html ,
tersedia ...
tersedia ...
Tafsir
depag, online
Tafsir
depag, online
Tafsir
depag, online
Harun
Yahya (Penciptaan Alam Semesta)
Alkitab (Bible) dalam Kitab Kejadian







0 komentar:
Posting Komentar