Jumat, 22 April 2016

Dua Arah

0

Dua Arah


aku tak perlu di kasihani, di belikan makan dan dapat teraktiran bau mulut!
apalagi sampai melotot serupa binatang habis dibunuh sore tadi
untung saja, tak Ia taruh mata dan telingaku di bawah dengkul
jadi aku bisa jelaskan sebab apa aku tak menjadi Nabi!
sehingga aku tetap masih bisa menghukum bumi karena kesalahannya

aku berbeda dengan siapapun
sifatku takan sanggup membohongi putih menjadi hitam
sambil mengakui "akulah kebenaran"
sampai terdengar mengerikan

enggan telingaku menatapnya
mataku hingga tuli walau sedetik tak sengaja aku berapi
biarkan saja.
di depan, ada dua arah menuju dua kata
benar dan salah..

percayakan. aku tahu arah mana yang terbaik.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

0 komentar:

Posting Komentar

Follow Me

Facebook  Fanspage Twitter  Google+ Instagram gmail