FUNGSI PERENCANAAN
( Diajukan untuk memenuhi
salah satu tugas matakuliah pengantar manajemen )
Disusun oleh:
arie ramadan
Jurusan Manajemen-A
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
Jl.A.H.Nasution No.105 Bandung 40614 Telp: (022)
7802844
2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur penulis panjatkan
khadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan
makalah tentang “Fungsi Perencanaan” yang diajukan untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Pengantar Manajemen.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada
pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Terutama kepada
dosen mata kuliah pengantar manajemen.Penulisberharapmakalahinidapat memberikan manfaat baik untuk penulis maupun pembaca.
Dalammenyusunmakalahinipenulistelahberusahasecaramaksimal.Penulismenyadaribahwamakalahinijauhdarikesempurnaan,
namunhaltersebutmenutupkemungkinanadanyakelebihandankekurangan,
untukitukritikdan saran yang membangunsangatpenulisharapkanuntukperbaikan. Atas perhatiannya, penulis ucapkan terimakasih.
Bandung, 25
September 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.....................................................................................................
i
DAFTAR ISI.....................................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang .............................................................................................. 1
1.2
Rumusan Masalah ......................................................................................... 2
1.3
Tujuan ........................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Perencanaan................................................................................. 3
2.2
Asas-Asas Perencanaan................................................................................. 3
2.3
Jenis-jenis Rencana........................................................................................ 5
2.4
Prediction and Primacy
Planing..................................................................... 11
2.5
Keuntungan dan Kerugian
Perencanaan........................................................ 16
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan ................................................................................................ 23
3.2
Saran .......................................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Setiap organisasi perlu melakukan
suatu perencanaan dalam setiap kegiatan organisasinya, baik perencanaan
produksi, prencanaan program maupun perencanaan anggarannya. Perencanaan
(planing) merupakan proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan
bagaimana cara mencapainya. Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan tujuan
dan sasaran yang hendak dicapai sebelum melakukan proses-proses perencanaan.
Perencanaan diperlukan dan terjadi
dalam berbagai bentuk organisasi, sebab perencanaan ini merupakan proses dasar
manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan. Perencanaan
diperlukan dalam setiap jenis kegiatan, baik itu kegiatan organisasi,
perusahaan maupun kegiatan di masyarakat, dan prencanaan ada dalam setiap
fungsi manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan
keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
Perencanaan merupakan tahapan paling
penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan
eksternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus
lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada
intuisi dan firasat (dugaan).
Pokok pembahasan pada makalah ini
berfokus pada elemen-elemen tertentu dari proses perencanaan dan proses yang
sangat berhubungan dengan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Kemudian
memperkenalkan konsep perencanaan dan menyajikan sejumlah pendekatan untuk
mengefektifkan perencanaan dari berbagai jenis.
Dalam manajemen, perencanaan adalah
proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi, untuk mencapai
tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan
merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa
perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan dan pengontrolan
tidak dapat berjalan.
1.2.
Rumusan
Masalah
1. Apa
penegertian perencanaan ?
2. Apa
saja jenis-jenis perencanaan ?
3. Apa
saja keuntungan dan kerugian perencanaan ?
1.3.
Tujuan
1. Mengetahui
pengertian perencanaan.
2. Mengetahui
apa saja jenis-jenis perencanaan.
3. Mengetahui
apa saja keuntungan dan kerugian dari perencanaan
A. Pengertian perencanaan
Perencanaan
(planning) adalah fungsi dasar
(fundamental) manajemen, karena organizing, staffing, directing, dan
controlling pun harus terlebih dahulu direncanakan. Perencanaan ini adalah
dinamis. Perencanaan ini ditujukan pada masa depan yang penuh dengan
ketidakpastian, karena adanya perubahan kondisi dan situasi.
Hasil
perencanaan baru akan diketahui pada masa depan. Agar risiko yang ditanggung
itu relatif kecil, hendaknya semua kegiatan, tindakan, dan kebijakan
direncanakn terlebih dahulu. Perencanaan ini adalah masalah “memilih”, artinya
memilih tujuan, dan cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut dari beberapa
alternatif yang ada. Tanpa alternatif, perencanaan pun tidak ada. Perencanaan
merupakan kumpulan dari beberapa keputusan.
Berikut
ini adalah definisi rencana menurut beberapa ahli:
a.
Harold
Koontz dan Cryl O’Donnel
Planning
is function of manager which involves the selection from alternatives of
objectives, policies, procedures, and programs.
Artinya: Perencanaan adalah
fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan memilih tujuan-tujuan,
kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur, program-program, dari alternatif yang
ada
b.
G.R
Terry
Planning
is the selecting and relating of facts and the making and using of assumptions
regarding the future in the visualization and formulation of proposed
activitoins believed necessary to
achieve desired results.
Artinya : Perencanaan adalah
memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi
mengenai masa mendatang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan
yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
c.
Louis A.
Allen
Planning
is the determination of the course of action to achieve a desired result.
Artinya: Perencanaan adalah
menentukan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
A.
Asas-Asas
Perencanaan(Principles of Planning)
1.
Principle
of contribution to objective
Setiap perencanaan dan segala
perubahannya harus ditujukan kepada pencapaian tujuannya.
2.
Principle
of efficiency of planning
Suatu perencanaan efisien, jika
perencanaan itu dalam pelaksanaannya dapat mencapai tujuan dengan biaya uang
sekecil-kecilnya.
3.
Principle
of primacy of planning
Perencanaan aalah keperluan utama
para pemimpin dan fungsi-fungsi lainnya , organizing, staffing, dircting,
controlling.
Seseorang tidak akan dapat
melaksanakan fungsi-fungsi manajemen lainnya, tanpa mengetahui tujuan dan dan
pedoman alam melaksanakan kebijaksanaan.
4.
Principle
of pervasiveness of planning
Asas pemerataan perencanaan
memegang peranan penting mengingat pemimpin pada tingkat tinggi banyak
mengerjakan perencanaan dan bertanggung jawab atas berhasilnya rencana itu.
5.
Principle
of planning premise
Patokan –patokan perencanaan
sangat berguna bagi ramalan, sebab premis-premis perencanaan dapat menunjukkan
kejadian-kejadian yang akan datang.
6.
Principle
of policy frame work
Kebijaksanaan ini menunjukkan
pola kerja, prosedur-prosedur kerja , dan program-program kerja tersusun.
7.
Principle
of timing
Adalah perencanaan waktu yang
relatif singkat dan tepat.
8.
Principle
of planning communication
Perencanaan dapat disusun dan
dikoordinasikan dengan baik, jika setiap orang bertanggung jawab terhadap
pekerjaan ya dan memperoleh penjelasan yang memadai mengenai bidang yang akan
dilaksanakannya.
9.
Principle
of alternative
Alternatif ada pada setiap
serangkaian kerja dan perencanaan meliputi
pemilihan rangkaian alternatif dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga tercapai
tujuan yang telah ditetapkan.
10. Principle of limiting factor
Dalam pemilihan
alternatif-alternatif, pertama-tama harus ditujukan pada fktor-faktor yang
strategis dan dapat membantu pemecahan masalah. Asas alternatif dan pembatasan
faktor merupakan syarat untuk dapat menetapkan keputusan.
11. The commitment principle
Perencanaan harus memperhitungkan
jangka waktu keterikatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.
12. The principle of the flexibility
Perencanaan yang efektif
memerlukan fleksibilitas,tetapi tidak berarti mengubah tujuan.
13. The principle of the navigation change
Perencanaan yang efektif
memerlukan pengamatan yang terus menerus terhadap kejadian-kejadian yang timbul
dalam pelaksanaannya untuk dapat mempertahankan tujuan.
14. Principle of strategic planning
Dalam kondisi tertentu manager harus
memilih tindakan-tindakan yang diperlukan untuk menjamin pelaksanaan rencana
agar tujuan tercapai dengan efektif.
Maksud
Perencaaan (purpose of planning)
1. Perencanaan
adalah salah satu fungsi manajer yang meliputi seleksi atas
alternatif-alternatif tujuan, kebijakan, prosedur, dan program.
2. Perencanaan
pada asasnya adalah memilih dan persoalan perencanaan timbul, jika suatu
alternatif cara bertindak ditemukan.
3. Perencanaan,
sebagian besasr merupakan usaha membuat hal-hal terjadi sebagaimana di yang
dikehendaki.
4. Perencanaan
adalah suatu proses pemikira, penentuan tindakan-tindakan secara sadar
berdasarkan keputusan-keputusan menyangkut tujuan, fakta, dan ramalan.
5. Perencanaan
adalah usaha menghindari kekosongan tugas, tumpang tindih, dan meningkatkan
efektivitas potensi yang dimiliki.
Tujuan
perencanaan (objective of planning)
1. Perencanaan
bertujuan untuk menentukan tujuan, kebijakan, prosedur, dan program serta
memberikan pedoman cara-cara pelaksanaan yang efektif dalam mencapai tujuan.
2. Perencanaan
bertujuan untuk menjadikan tindakan ekonomis, karena semua potensi yang
dimiliki terarah dengan baik kepada tujuan.
3. Perencanaan
adalah salah satu usaha yang memperkecil resiko yang dihadapi pada masa
mendatang.
4. Perencanaan
menyebabkan tujuan dilaksanakan secara teratur dan bertujuan.
5. Perencanaan
memberikan gambaran yang jelas dan lengkap tentamg seluruh pekerjaan.
6. Perencanaan
membantu penggunaan suatu alat pengukuran hasil kerja.
7. Perencanaan
manjadi suatu landasan untuk pengendaian.
8. Perencanaan
adalah suatu usaha untuk menghindari mismanagement dalam penempatan karyawan.
9. Perencanaan
membantu peningkatan daya guna dan hasil organisasi.
B.
Jenis-jenis
rencana
1. Tujuan (objective)
Tujuan yang
diinginkan harus dirumuskan sejelas-jelasnya agar dapat dipahami dan ditafsirkan dengan mudah oleh orang lain.
Tujuan yang diinginkan itu juga harus wajar, ideal, rasional, dan cukup
menantang untuk diperjuangkan dan dapat dicapai oleh banyak orang. Tegasnya,
tujuan yang diinginkan itu harus ditetapkan, supaya perencanaan itu tidak
mengambang.
Perlu
disadari bahwa tanpa tujuan yang ingin dicapai berarti proses manajemen juga
tidak ada.
2. Kebijaksanaan (policy)
Kebijaksanaan
adalah suatu jenis rencana yang memberikan bimbingan berpikir dan aeah dalam
pengambilan keputusan. Karena dengan kebijaksanaan ini maka rencana akan
samakinmembaik dan menjuruskan daya pikir dari pengambilan keputusan ka arah
tujuan yang diinginkan.
Dalam
praktek pengertian, kebijaksanaan sering ditafsirkan salah, karena banyak yang
menafsirkan bahwa kebijaksanaan diartikan penyimpangan dari ketentuan-ketentuan
yang telah ditetapkan. Padahal pengertian kebijaksanaan itu adalah suatu batas
dalam pengambilan keputusan yang diperbolehkan.
Pentingnya
kebijaksanaan
1. Kebijaksanaan
merupakan bagian dan membawa arah fungsi perencanaan . kebijaksanaan merupakan
kerangka dasar pemikiran dalam membimbing tindakan yang akan diambil untuk
mencapai hasil yang diinginkan. Kebijaksanaan akan memberikan arti terhadap
tujuan.
2. Kebijaksanaa
n akan memberikan arti terhadap tujuan.
3. Kebijaksanaan
dipergunakan untuk menempatkan tujuan perusahaan atau organisasi yang
sebenarnya.
4. Kebijaksanaan
merupakan alat delegation of authority yang penting bagi pengorganisasian.
5. Kebijaksanaan
merupakan alat untuk mendapatkan wewenang.
Tingkat-tingkat kebijaksanaan
1. Kebijkasanaan
pokok dibuat oleh manajer puncak atau oleh pemilik perusahaan. Pada tingkat ini
perencanaan lebih bersifat membimbing kearah pemikiran untuk manajerial, yaitu
memberikan petunjuk serta menggariskan secara umum, baik mengenai tujuan maupun
carany. Jadi belum jelas untuk segera dapat dilaksanakan, tetapi telah
memberikan batas dalam pengambilan keptusan.
2. Kebijaksanaan
umum yang dibuat oleh manajer madya. Pada tingkat ini perencanaan lebih
bersifat administratif, yaitu sudah lebih jelas menunjukkan cara-cara bagaimana
tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam perencanaan yang sifatnay direktif
dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Kebijaksanaan umum ini harus merupakan
penjabaran yang lebih terinci dari pada kebijaksanaan pokok.
3. Kebijaksanaan
bagian yang dibuat oleh manajer lini(supervisor) dan atau mandor. Dalam tingkat
ini setiap anggota kelompok lebih banyak mempunyai tugas menghasilkan, sehingga
tugas ini bersifat operatif yaitu pekerjaan yang berakhir dengan menghasilkan
sesuatu yang konkret. Jadi, sifat perencanaan pada tingkat ini, juga lebih
bersifat operatif yakni bagaimana carany
menjalankan agar dicapai hasil yang sebaik-baiknya.
Kebijaksanaan
juga dikenal dengan
1. Impose policies, adalah
kebijaksanaan-kebijaksanaan yang timbul sebagaiakibat faktor-faktor eksternal,
seperti pemerintah ,persatan dagang,
trade union.
2. Appealed policies, adalah
kebijaksanaan yang timbul dari usul-usul seseorang manajer terhadap atasannya
mengenai suatu hal khusus, seperti cara mengendalikan hal itu.
3. Originated policies, adalah
meliputi kebijaksanaan yang dimulai oleh para manajer untuk memiliki pedoman yang dibutuhkan,
diciptaka oleh bawahannya untuk memiliki perusahaan.
4. Policies of opportunism ,
artinya tidak membuat kebijaksanaan dan keputusan sampai suatu keadaan
dihadapi. Maksud tindakan ini adalah membuat lawan-lwan hanya menerka-nerka.
Policies of opportunism ini
merupakan suatu gaya penipuan dan membuat lawan ragu-ragu mengenai
tindakan-tindakan yang akan diambil terhadap mereka.
Kebijaksanaan seperti ini
terutama digunakan oleh manajemen puncak dan penggunaanya yang paling tepat
ditemukan didalam dunia politik, pemerintahan, dan ketentaraan.
Syarat-syarat
kebijaksanaan
1. Kejelasan (clearity) artinya kebijaksanaan yang
diambil harus jelas maksud, arah, dan tujuannya, supaya tidak salah
ditafsirkan.
2. Luwes (flexibility) artinya kebijaksanaan itu
juga jangan kaku.
3. Konsisten (consistency),
artinya harus tetap dalam pendirian atau tujuan.
4. Berkepribadian
(individuality), artinya khas,
tersendiri.
Kebaikan
dan keburukan kebijaksanaan tertulis
Kebaikannya:
1. Manajer
dibimbing untuk berpikir sejalan dengan arti kebijaksanaan, isi dan
penggunaannya dapat di pelajari.
2. Kebijaksanaan
menjadi jelas dan salah pengertian dapat dikurangi.
3. Perlakuan
yang sama dan tetap atas problem yang dihadapi dapat diperoleh.
4. Meyakinkan
bahwa kebijaksanaan tidak diubah atau bukti autentik ada.
5. Tersedianya
otoritas kebijaksanaan yang berguna dalam banyak hal.
6. Mudah
digunakan sebagai frekuensi yang mempunyai kekuasaan.
Keburukannya:
1. Kebijaksanaan
tersebar luas dan mungkin jatuh ketangan orang
yang tidak mempunyai hubungan dengannya atau jatuh ke tangan saingan.
2. Sulit
untuk menulis kebijaksanaan secara tepat dan menyeluruh.
3. Fleksibilitas
dalam penggunaannya dapat terhambat.
4. Perubahan
dalam kebijaksanaan untuk disesuaikan dengan keadaan sulit dilakukan.
5. Rahasia
ataupun tindakan yang akan dilakukan dapat diketahui oleh saingan.
Kebaikan dan keburukan
kebijaksanaan lisan
Kebaikannya:
1. Kerahasiaannya
lebih terjamin
2. Penggunaannya
dapat fleksibel.
Keburukannya:
1. Penafsirannya
sering berbeda-beda, sebab tidak dapat dipelajari lebih jelas.
2. Kebijaksanaan
dapat berubah, sebab tidak ada bukti yang autentik.
3.
Prosedur
Prosedur-prosedur
juga merupakan suatu jenis rencana, karena prosedur menunjukkan pemilihan cara
bertindak dan berhubungan dengan aktivitas-aktivitas masa depan. Prosedur
benar-benar merupakan petunjuk-petunjuk untuk tindakan dan bukan untuk cara
berpikir. Prosedur memberikan detail-detail tindakan, sehingga suatu aktivitas
tertentu harus dilaksanakan. Esensinya adalah rentetan tindakan yang diatur
secara kronologis atau berurutan.
George R. Terry
A procedure is a series of related tasks that make
up the chronological sequence and the established way of performing the work to
be accomplished.
Artinya :
Prosedur adalah
suatu rangkaian tugas yang mewujudkan urutan waktu dan rangkaian itu harus
dilaksanakan.
Penetapan
prosedur dalam rencana adalah penting, supaya pelaksanaan kerja tidak
simapang-siur. Banyak kelambatan dan kemandekan dalam pekerjaan yang disebabkan
oleh kurang tertibnya prosedur kerja. Kebijaksanaan akan memberikan bimbingan
untuk “berpikir” dalam menentukan suatu keputusan. Prosedur juga akan
memberikan bimbingan tetapi sifat bimbingannya jelas dan secara nyata harus
diapakai sebgai pedoman dalam hal “bertindak”. Kebijaksanaan membutuhkan
“intepretasi” dalam penggunaannya sedangkan prosedur tidak.
4. Rule
Rule adalah suatu rencana tentang
peraturan-peraturan yang telah ditetapkan dan harus ditaati. Rule kadang-kadang
ditimbulkan oleh prosedur, tetapi keadaannya tidak sama. Perbedaannya terletak
dalam hal bahwa rule tidak menurut “urutan-urutan” tindakan dan waktu
pelaksanaan pekerjaan. Persamaannya adalah baik rule maupun prosedur merupakan
sama-sama memberikan bimbingan bimbingan untuk bertindak yang baik. Perbedaan
rule dan policies terletak dalam hal bahwa policies bertujuan memberikan
bimbingan atau menentukan pemikiran dalam pengambilan keputusan dengan
menegaskan atau menentukan batas-batas
lapangan tindakan , sedangkan rule tidak dimaksudkan untuk membimbing
pemikiran, melainkan memberikan bimbingan agar setiap tindakan jangan
menyimoang dari peraturan.
5.Program
Program adalah suatu rencana yang pada dasarnya
telah menggambarkan rencana yang konkret. Rencana ini konkret karena dalam
“program sudah tercantum, baik sasaran, kebijaksanaan, prosedur, waktu maupun
anggarannya.” Jadi program juga merupakan usaha-usaha untuk mengefektifkan
rangkaian tindakan yang harus dilaksanakan menurut bidangnya masing-masing.
Suatu rencana umumnya meliputi bidang-bidang
“produksi,finansial, personalia, dan pemasaran” yang masing-masing disusun dari
berbagai program dan setiap program ini harus saling menunjang pelaksanaan
berbagai macam program itu.
Dalam praktek sering pimpinan meminta rencana, seharusnya
dimintakan ini adal program. Programming adalah proses penyusunan suatu
program, jadi programming sifatnya dinamis, sedang program sifatnya statis.
6. Budget
Budget (anggaran) adalah suatu rencana yang
menggambarkan penerimaan dan pengeluaran yang akan dilakukan pada setiap
bidang. Dalam anggaran ini hendaknya tercantum besarnya biaya dan hasil yang
akan diperoleh. Jadi, anggaran harus rasional. Untuk jelasnya pengertian budget
ini penulis mengutif definisi, sebagai berikut.
Budget
adalah suatu ikhtiar dari hasil yang diharapkan dan pengeluaran yang disediakan
untuk mencapai hasil tersebut yang dinyatakan dalam kesatuan uang. (penulis)
Jose Burkhead
A performance budget is one which present the
purpose and adjectives for which funds are required the cost of the programs
proposed for achieving those objectives and quantitative data reassuring the
accomplishements and work performed under each program.
Artinya :
Performance
budget, menggambarkan maksud dan tujuan penggunaan dana-dana, biaya-biaya, program-program
yang diusulkan untuk mencapai tujuan tersebut, serta data kuantitatif yang
mengatur penyelesaian pekerjaan yang ditetapkan pada setiap program.
Traditional budget
Traditional budget adalah cara-cara
menyusun data kebutuhan akan anggaran yang tidak didasarkan atas pemikiran dan
analisis tentang rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan
yang telah ditentukan. Dalam penganggaran harus ditetapkan sumber-sumber dana
dan penggunaan dana secara jelas, terinci agar semua pengeluaran dan hasil yang
diharapkan tercapai dengan baik. Anggaran sangat perlu untuk pengendalian dana
yang tersedia, apakah penggunaan dana itu sesuai dengan yang direncanakan,
khususnya di bidang keuangan.
7. Metode
Metode merupakan hal yang fundamental bagi setiap
tindakan dan hubungan dengan prosedur. Suatu prosedur terdiri dari serangkaian
tindakan.
George R. Terry
A method can be defined as the result of determining
the manner of work performance of a task giving adequate consideration of
objectives, facilities available and total expenditures of time, money, and
effort.
Artinya :
Suatu metode
dapat didefinisikan sebagai hasil penentuan cara pelaksanaan suatu tugas dengan
suatu pertimbangan yang memadai menyangkut tujuan, fasilitas-fasilitas yang
tersedia dan jumlah penggunaan waktu, uang, dan usaha.
8. Strategi
Strategi (siasat) adalah juga termasuk jenis
rencana, karena akan menentukan tindakan-tindakan pada masa datang untuk
mencapai tujuan yang diinginkan.
Strategi ini pada hakikatnya adalah suatu
interpretative planning yang disebut dengan memperhitungkan rencana saingan.
Penyusunan strategi (siasat) ini didasarkan atas pemanfaatan
keunggulan-keunggulan kita dari pada saingan. Celah-celah kelemahan harus
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga kita unggul dalam persaingan
tersebut.
Strategi (siasat) ini kerahasiannya tinggi (top
secret), jangan sampai saingan mengetahuinya, agar tidak ada kontra strategi
dari pihak-pihak saingan.
Strategi pada dasarnya adalah penentuan cara yang
harus dilakukan agar memungkinkan memperoleh hasil yang optimal, efektif, dan
dalam jangka waktu yang relatif singkat serta tepat menuju tercapainya tujuan
yang telah ditetapkan.
Faktor-faktor penting yang menjadi
perhatian dan perhitungan dalam mementukan strategi adalah :
1. Memperhitungkan
keunggulan dan kelemahan yang dimiliki daripada pihak-pihak saingan.
2. Memanfatkan
keunggulan dan kelemahan-kelemahan pihak saingan.
3. Memperhitungkan
keadaan lingkungan intern maupun ekstern yang dianggap mempengaruhi perusaan.
4. Mempengaruhi
faktor-faktor ekonomis, sosial, dan psikologis.
5. Memperhatikan
faktor-faktor sosio-kultural dan hukum.
6. Memperhitungkan
faktor ekologis dan geografis.
7. Menganalisis
dengan cermat rencana pihak-pihak saingan.
Dengan
memperhatikan dan memperhitungkan semua faktor di atas maka disusunlah
Rencana strategi
berdasarkan skala urutan prioritas tindakan dengan penyelesaian secara
bertahap. Tahap-tahap pelaksanaan yang ditetapkan dalam urutan prioritas, harus
saling berkaitan, saling menunjang, dan tidak terpisahkan satu sama lainnya.
Strategi-strategi dalam perencanaan
Prof.L.C Serrel mengemukakan
strategi dalam perencanaan, sebagai berikut.
1. Camel head in the tent
(memasukan kepala unta dalam tenda), artinya hendaknya pengajuan rencana
dilakukan bertahap, karena jika diajukan secara menyeluruh kemungkinan besar rencana itu akan ditolak.
2. Sowing seed on fertile
ground
(menebarkan bibit pada tanah subur), artinya untuk mengajukan suatu
rencana, pilihlah orang-orang yang kiranya dapat menerima rencana itu.
Apabila
sudah ada orang yang akan menerima rencana itu, biarkanlah orang itu
memepengaruhi kelompoknya, sehingga rencana itu dapat diterima oleh semua
anggotanya.
3. Mass concentrated
offense (penyerangan secara terkonsentrasi),
artinya jika rencana tu telah dapat diterima pelaksanaannya, jangan
ditangguhkan melainkan harus dilakukan secepatnya. Karena jika ditangguhkan
kemungkinan rencana itu tidak dapat dilaksanakan sebab perubahan kondisi dan
situasi.
Strategi
ini disebut sebagai pendekatan “gempa bumi”, karena getarannya dapat menjalar
ke semua bagian.
4. Confuse the issue
(mengalihkan perhatian)
Strategi ini dimaksudkan untuk
mengalihkan perhatian dengan jalan menggunakan pendekatan yang tidak langsung
menyinggung pokok persoalan. Karena jika persoalan pokoknya langsung
disinggung, dapat menimbulkan kerugian terhadap keseluruhan rencana. Orang
mengusahakan sekuat tenaga untuk mengalihkan perhatian dengan jalan mengajukan
pertanyaan yang sama sekali tidak berhubungan dengan persoalan yang sedang
diperbincangkan.
5. Use strong tactics only
when necessary (mempergunakan taktik keras hanya
jika perlu)
Strategi hanya digunakan, jika
diperlukan sekali. Strategi taktir keras ini jangan digunakan setiap waktu
karena kalau demikian halnya akan mengurangi keampuhannya.
6. Pass the buck(lepaskan
tanggung jawab)
Strategi ini berarti melemparkan
tanggung jawab kepada pihak lain, sehingga yang bersangkutan terlepas dari
segala akibart perbuatannya. Strategi ini dapat dinamakan mencari kambing hitam
yaitu pihak yang seharusnya bertanggung jawab menghindar, sehingga orang lain
yang terkena risiko perbuatannya.
7. Time is great healer
(waktu ialah penyembuh yang terbaik)
Strategi ini dimaksudkan untuk
mendapatkan bantuan dari waktu. Seperti diketahui bahwa waktu berjalan terus
dengan kejadian yang berganti-ganti. Karena itu tindakan yang dilakukan tidak
perlu tergesa-gesa, sebab dengan menunggu banyak tindakan maka tindakan itu
tidak perlu dilakukan lagi.
8. Strike while the iron
is hot (pukulah besi ketika masih panas),
artinya terapkanlah rencana dengan segera, jika terlihat gejala bahwa orang
tidak menentangnya. Jadi, suatu situasi yang menguntungkan segera dimanfaatkan
sepenuhnya. Sebab jika ditangguhkan, kemungkinan rencana itu tidak dapat
dilaksanakan, karena perubahan kondisi dan situasi.
9. Two heads are better
than one (pemikiran dua orang lebih baik dari
satu orang)
Strategi
ini dimaksudkan untuk memperoleh pemikiran dan perumusan yang terbaik mengingat
bahwa suatu persoalan akan dipecahkan dengan sempurna, apabila terjadi
pertukaran pikiran yang sebaik-baiknya antara para manajer yang berpengalaman
dan berkeahlian.
10. Divide and rule
(membagi dan menguasai)
Strategi
ini dimaksudkan untuk membagi kelompok dan menguasainya, agar kelompok itu
menerima rencana yang diajukan dan maksud yang diinginkan.
Work simplification
Work simplification is applying common sense for
finding the most economical use of human effort, materials, machines, time, and spaces so that easies and better
ways of doing work can be employed.
Artinya :
Penyederhanaan
pekerjaan adalah penggunaan logika untuk mencari penggunaan yang paling ekonomi
dari usaha manusia, materi, mesin-mesin, waktu, dan ruang agar cara-cara yang
paling mudah dalam mengerjakan pekerjaan dapat digunakan.
Prinsip
penyederhanaan pekerjaan adalah pemborosan dalam rangka melaksakan pekerjaan
harus dapat ditiadakan dengan jalan menerapkan penyederhanaan-penyederhaan
pekerjaan secara mantap, menekankan usaha membuat setiap komponen pekerjaan
menjadi produktif melalui jalan penerapan akal sehari-hari. Terutama dibantu
oleh partisipasi pengetahuan para pekerja dan melalui para pekerja.
D. PREDICTION
AND PRIMACY PLANNING
Perencanaan pada dasarnya ditetapkan
berdasarkan peramalan (perkiraan) asumsi-asumsi masa yang akan datang.
Prediction
berarti perkiraan-perkiraan yang nonilmiah, sehingga kepastiannya sangat
diragukan. Misalnya, jika hari sangat panas, sering diperkirakan orang akan
turun hujan.
Planning
prediction ini merupakan perencanaan yang tidak didasarkan atas analisis dan
perhitungan ilmiah dari data, informasi, dan fakta tetapi hanya didasarkan atas
perkiraan (ramalan-ramalan) saja.
Primacy
(premises) adalah ramalan-ramalan yang berdasarkan ilmiah atau analisis dan
perhitungan ilmiah dari data, informasi, dan fakta.
Planning
premises adalah perencanaan ilmiah yang didasarkan atas ramalan-ramalan
(asumsi-asumsi) yang menyatakan suatu latar belakang dari kejadian-kejadian
yang akan terjadi diperkirakan mempengaruhi rencana.
Premis harus
didasarkan pada analisis data, informasi, fakta, dan mengasumsikan
kejadian-kejadian yang akan terjadi pada masa depan, baik yang mendukung maupun
yang menghambat rencana. Dengan demikian kita dapat menetapkan suatu rencana
yang terbaik dari alternatif-alternatif yang ada.
Manly, Have
Jones
A premises is a statement containing a description
of both a cause and result which we deem to the alternative we are examaning.
Artinya :
Premis adalah
suatu laporan tertulis secara teratur dan terinci dari unsur-unsur sebab dan
akibat serta hubungan antara kedua unsur itu pada alternatif-alternatif yang
dinilai.
Premis diaudit
dari external, internal, tangible premises.
External
premises, adalah semua data yang diperoleh dari luar perusahaan, misalnya
peraturan-peraturan pemerintah, perkembangan masyarakat,dan perkembangan
teknologi.
Internal
premises, adalah semua data yang ada dalam perusahaan, seperti capital
investment, sales, dan lain sebagainya.
Tangible
premises, adalah data yang secara nyata dapat dilihat, dapat diukur dalam
satuan-satuan tertentu, misalnya meter, kilogram, liter, dan lain sebagainya.
Intangible
premises, adalah data yang tidak dapat dilihat secara nyata dan tidak dapat
dilukiskan secara pasti, tetapi akibatnya dapat dirasakan, misalnya kemauan
baik, sikap, status perusahaan, dan lain sebagainya.
Umumnya premises
dapat diklasifikasikan dalam dua golongan, yaitu :
1. Premises
yang memberi keterangan atau hasil yang dikehendaki, misalnya sistem penjualan
yang baik menyebabkan penjualan akan naik.
2. Premises
yang memberikan keterangan mengenai konsekuensi atau sesuatu yang tidak
dikehendaki, misalnya membuat barang yang out of date yang menimbulkan kerugian
karena tidak laku.
Bagaimanakah
hubungan antara premises dengan prediction ?
Prediction berarti taksiran
(perkiraan) sekarang mengenai kejadian-kejadian pada masa depan yang tidak
dapat dikontrol, sedangkan premises (perencanaan-ramalan) dapat dikontrol.
Premises selalu didasarkan pada ramalan, tetapi ramalan dapat dilakukan tanpa
premises. Ramalan banyak ketidakpastiannya dan risikonya besar, sedangkan
premises berdasarkan hasil analisis data, informasi, dan fakta. Jadi risikonya
terlalu kecil.
Dalam
perencanaan perusahaan perlu dilakukan ramalan-ramalan tentang :
1. Economic premises
(forecasting) atau ramalan ekonomi.
2. Government controls and
fiscal action atau pengawasan pemerintah dan
tindakan pajak.
3. Industry demand
atau permintaan akan hasil-hasil industri.
4. Consumer behavior
atau tingkah laku konsumen.
5. Individual firms sales
atau penjualan produk perusahaan industri.
6. Social and ethical
consideration atau pertimbangan-pertimbangan etis dan
sosial.
Teknik-teknik
umum dalam penginterpretasian data, informasi, dan faktauntuk merumuskan
ramalan-ramalan adalah sebagai berikut :
1. Trajectory techniques
adalah teknik-teknik untuk penginterpretasian data, informasi, dan fakta ke
arah masa yang akan datang.
2. Cylic techniques
adalah teknik-teknik untuk penginterpretasian data dari kejadian-kejadian yang
terjadi berulang-ulang pada waktu-waktu tertentu.
3. Associative techiques
adalah teknik-teknik untuk menggabung-gabungkan data dari berbagai kejadian.
4. Persistence techniques
adalah teknik yang beranggapan bahwa segala sesuatu tidak berubah atau kalaupun
jalannya lambat sekali, sehingga idak akan menimbulkan gangguan.
Ancangan dalam perencanaan
Ancangan dalam perencanaan dikenal
atas: top down planning dan buttom up planning.
Top down planning
adalah rencana yang disusun pada tingkat atas kemudian diserahkan kepada
bawahan (daerah/cabang).
Misalnya,
pemerintah pusat merencanakan hal-hal yang akan dibangun di daerah-daerah, atau
kantor pusat merencanakan hal-hal yang akan dilaksanakan oleh kantor-kantor
cabangnya.
Kebaikannya:
1. Rencana
itu akan lebih seragam di semua daerah atau kantor cabang.
2. Sentralisasi
kebijaksanaan akan lebih seragam pada semua kantor cabang atau daerah.
Keburukannya:
1. Rencana
ini sering tidak sesuai dengan kebutuhan daerah (cabang) sebab yang paling
mengetahui kebutuhan daerah (cabang)ialah daerah (cabang) bersangkutan.
2. Perencanaan
rencana sering mendapat hambatan, karena kondisi daerah (cabang) yang tidak
sama.
3. Manfaat
hasil rencana itu kurang berarti bagi daerah bersangkutan.
4. Pelaksana
di daerah (kantor cabang) kurang fleksibel/kaku.
5. Kurang
mendorong perkembangan profesional pimpinan daerah (kantor cabang) perusahaan.
6. Semangat
dan gairah kerja pelaksana kurang antusias.
Bottom up planning
adalah perencanaan yang terlebih dahulu disusun pada tingkat bawah (daerah,
kantor cabang), kemudian berdasarkan hasil itu ditetapkan apa yang akan
direncanakan di kantor pusat perusahaan. Jelasnya, rencana yang dibuat di pusat
berpedoman pada perencanaan dari daerah atau kantor cabang.
Misalnya, untuk
menyusun apa yang akan dibangun di daerah-daerah atau kantor cabang perusahaan
terlebih dahulu daerah menentukannya, seperti daerah mengisi Daftar isian
Proyek (DIP). Denga demikian pembangunan untuk daerah akan lebih tepat sesuai
dengan kebutuhan daerah (kantor cabang) besangkutan.
Kebaikannya:
1. Rencana
itu akan sesuai dengan kebutuhan daerah (kantor cabangnya).
2. Rencana
itu akan lebih bermanfaat dan efektif sebab pelaksana akan antusias
mengerjakannya.
3. Mendorong
perkembangan profesionalisme pimpinan daerah/perusahaan.
4. Recana
itu akan lebih fleksibel/tidak kaku.
5. Rencana
itu akan lebih sesuai dan terarah pada kebutuhan daerah.
6. Pengendalian
rencana relatif lebih baik.
7. Rencana
tersebut akan lebih sesuai dengankondisi daerah/ perusahaan.
Keburukannya:
1. Rencana
itu tidak seragam untuk semua daerah (kantor cabang).
2. Kebijaksanaan
kurang seragam pada setiap daerah (kantor cabang).
3. Perencanaan
di pusat waktunya relatif lama.
Perlu dihayati
bahwa “suatu perusahaan (daerah) akan lebih cepat berkembang, jika
desentralisasi perencanaan (buttom up planning) lebih dikembangkan, hanya
hal-hal tertentu saja yang tetap diterapkan sentralisasi perencanaan (top down
planning)”.
Kategori
perencanaan
1. Physical planning
adalah perencanaan mengenai tata susun perusahaan, gedung-gedung, tempat kerja,
dan lain sebagainya.
2. Functional planning
adalah perencanaan mengenai sifat, bagian-bagian yang berhubungan dengan
fungsi-fungsi tertentu dalam perusahaan.
3. Comprehensive planning
adalah perencanaan yang mencakup perusahaan secara keselruhan dan faktor-faktor
ekstern yang mempengaruhi usaha-usahanya.
4. General combination
planning adalah perencanaan gabungan 1, 2, 3,
diatas.
Untuk menentukan
lokasi atau tempat perusahaan industri perlu dipertimbangkan hal-hal berikut:
1. Jaringan
transportasi yang baikke tempat industri itu.
2. Fasilitas-fasilitas
yang tersedia, misalnya pembangkit listrik, air, dan lain sebagainya.
3. Tenaga
kerja yang tersedia.
4. Harga
tanah untuk lokasi pabrik itu.
5. Sumber
bahan baku dan pemasaran produksi yang dihasilkan.
6. Kebijaksanaan
pemerintah, sikap masyarakat sekitarnya, dan lain-lain.
7. Lokasi
pemukiman karyawan dan sarana pendidikan, olahraga dan lain sebagainya.
8. Kelestarian
dan kenyamanan lingkungan.
9. Tempat
pembuangan limbah industri.
Network planning
Network
planning (perencanaan jaringan kerja) adalah untuk menentukan urutan waktu
yang diperlukan dalam menyelesaikan pekerjaan.
Network planning
ini diperlukan, karena penyelesaian proyek melibatkan banyak perusahaan dan
setiap perusahaan hanya mengerjakan satu jenis suku cabang (onderdil). Supaya
penyelesaian proyek itu tepat pada waktunya maka setiap perusahaan yang membuat
spare part (onderdil) harus menyelesaikannya tepat waktu.
Misalnya, proyek
penerbangan angkasa luar, diharapkan pembuatannya tepat waktunya dan pelatihan
orang juga tepat pada waktu, sehingga proyek itu akan terlaksana sesuai
waktunya. Dengan cara ini rencana pemanfaatan waktu sangat ditekankan, karena
tidak perlu menunggu suatu pekerjaan selesai baru mengerjakan yang lainnya.
Dalam network planning pekerjaan (aktivitas) dilakukan secara serentak dan
harus selesai secara bersamaan pula, sehingga penyelesaian proyek itu relatif
lebih cepat.
Proyek adalah
suatu pkerjaan yang waktu dan biayanya telah ditetapkan secara pasti serta
diinformasikan pada papan pengumuman proyek, sehingga masyarakat mengetahuinya.
Misalnya, proyek
X, mulai dikerjakan tanggal 02-09-1993, selesai tanggal 02-09-1994 dan biayanya
seratus juta rupiah. Jadi, diinformasikan secara terbuka, sehingga masyarakat
dapat memberikan penilaian tentang kewajarannya.
|
2
|
|
1
|
|
3
|
|
4 (event)
|
|
aktivitas
|
Keterangan:
a.
1,
2, 3, dan 4 adalah event (kejadian).
b.
Jarak
1 ke-2; 1 ke-3; 1 ke-4; dan 3 ke-4 disebut aktivitas.
Event (kejadian)
terjadi tanpa memerlukan waktu dan dana. Aktivitas adalah kegiatan di antara
dua event yang memerlukan waktu dan dana tertentu, misalnya mulai tanggal
02-09-1993 sampai dengan 02-09-1994 dan besarnya dana Rp. 100 juta.
Program evaluation and
review techniques (PERT)
Perencanaan dengan PERT, artinya suatu proyek
dibagi dalam beberapa event dan aktivitas, yakni untuk bagian-bagian kecil
pekerrjaan dan untuk tiap-tiap kegiatan ditentuukan waktu yang di perlukan,
sehingga seluruh pekerjaan direncanakan waktu penyelesayannya dengan teliti dan
cermat.
PERT adalah suatu metode yang bertujuan
mengurangi adanya penundaan sebanyak mungkin, maupun gangguan dan konflik
produksi, mengkoordinasi, dan mempercepatselesainya proyek.
PERT (teknik penilayan dan peninjauan program)
adalah suatu metode perencanaan dan pengendalian bagi proyek-proyek yang
sipatnya tidak berulang, yakni pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya
dan yang tidak akan di laksanakan kembali dengan cara yang persis sama pada
waktu yang akan dating.
CPM (criticalpart method = metode jalur kritis)
adalah suatu teknik perencanaan dan pengendalian yang dipergunakan dalam proyek
yang mempunyai data biaya dari masa lampau.
E. KEUNTUNGAN DAN
KERUGIAN PERENCANAAN
Keuntungan perencanaan
1.
Dengan perencanaan tujuan menjadi jelas, objektif dan rasional.
2.
Perencanaan menyebabkan semua aktivitas terarah , teratur dan
ekonomis.
3.
Perencanaan akan meningkatkan daya guna dan hasil guna semua
potensi yang dimiliki.
4.
Perencanaan menyebabkan semua aktifitas teratur dan bermanfaat.
5.
Perencanaan dapat menggambarkan keseluruhan perusahaan.
6.
Perencanaan dapat memperkecil resiko yang di hadapi perusahaan.
7.
Perencanaan memberikan landasan untuk pengendalian.
8.
Perencanaan merangsang prestasi kerja.
9.
Perencanaan memberikan gambaran mengenai seluruh pekerjaan dengan
jelas dan lengkap.
10. Dengan perencanan dapat
diketahui tingkat keberhasilan karyawan..
Kerugian perencanaan
1.
Perencanaan akan membatasi tindakan dan inisyatif para bawahan,
karena mereka harus bekerja dengan pola yang telah di tetapkan
2.
Perencanaan dapat menyebabkan terlambatnya tindakan yang yang
perlu di ambil dalam keadaan darurat, padahal keadaan darurat perlu perlu
diambil keputusan yang cepat
3.
Infrmasi yang diperlukan untuk meramalkan masa yang akan datang
belum tentu tepat, sehingga menejer tidak akan dapat secara pasti meramalkan
apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
4.
Biaya yang diperlukan untuk perencanaan cukup besar, bahkan dapat
melampaui apa yang akan di capai .
5.
Perencanaan mempunyai penghalang-penghalang psikologis, karena
orang lebih memperhatikan masacukup me sekarang daripada masa yang akan datang
.
Syarat-syarat
perencanaan dan rencana
Syarat-syarat perencanaan yang baik, yaitu:
1.
Merumuskan dahulu masalah yang akan direncanakan sejelas-jelasnya.
2.
Perencanaan harus di dasarkan pada informasi, data dan fakta
3.
Menetapkan beberapa alternative dan premises-nya
4.
Putuskanlah suatu keputusan yang menjadi rencana
Jika perencanaan dilakukan dengan baik
maka akan dihasilkan suatu rencana yang baik
Sarat-sarat rencana yang
baik
1.
Rencana harus mempunyai tujuan yang jelas, objektif, rasional,
dan cukup menantang untuk di perjuangkan.
2.
Rencana harus mudah dipahami dan penapsiran nya hanya satu
3.
Rencana harus dapat dipakai sebagai pedoman untuk bertindak
ekonmis rasional
4.
Rencana harus menjadi dasar dan alat untuk pengendalian semua
tindakan
5.
Rencana harus dapat dikrjakan oleh sekelompok orang
6.
Rencana harus memajukan urutan-urutan dan waktu pekerjaan
7.
Rencana harus fleksibel, tetapi tidak mengubah tujuan
8.
Rencana harus berkesinambungan
9.
Rencana harus meliputi semua tindakan yang akam dilakukan
10. Rencana harus berimbang
artinya pemberian tugas harus seimbang dengan penyedian fasilitas
11. Dalam rencana tidak
boleh bertentangan antar departemen, hendak nya saling mendukung untuk
tercapainya tujuan perusahaan
12. Rencana harus sensitive
terhadap situasi, sehingga terbuka kemungkinan untuk mengubah teknik
pelaksanaanya tanpa mengalami perubahan pada tujuan nya
13. Rencana harus ditetapkan
dan di imflementasikan atas hasil analisis data, informasi, dan fakta
Jangka waktu dan rencana
1.
Rencana jangka panjang ( long term planning), waktunya
lebih dari lima tahun.
2.
Rencan jangka menengah (middle term planning), waktunya
antara 2 sampe 5 tahun.
3.
Rencan jangka pendek (short term planning), waktunya antara
1 sampai 2 tahun.
Untuk menentukan jangka waktu, rencana harus
dikaitkan dengan kondisi perusahaan yang di rencanakan itu. Kaitan rencana
harus di perhatikan, artinya secara jangka pendek harus terintegrasi dengan
rencana jangka menengah, rencana jangka menengah harus terintegrasi dengan
rencana jangka panjang. Jelasnya masa jangka panjang adalah bagian dari masa
jangka menengah dan masa jangka menengah adalah bagian dari masa jangka
panjang.
Jadi, tujuan rencana jangka pendek harus
mendukung rencana jangka menengah, dan rencana jangka menengah harus mendukung
rencana jangka panjang. Hal ini menyebabkan, tujuan perusahaan
ditetapkan dalam rencana jangka panjang,
sedangkan tujuan-tujuan rencana jangka pendek dan rencana jangka menengah
ditetapkan hanya untuk mendukung tujuan rencana jangka panjang.
Tujuan mengadakan pembagian waktu rencana ini
adalah untuk menetapkan langkah-langkah dan tindakan-tindakan yang harus
dilakukan dalam waktu tertentu serta target yang harus di capai pada waktu
tersebut.
Jenis rencana perusahaan ditinjau dari segi
pentingnya rencana.
1. Majar
planning (rencana utama/rencana vital)
2. Minor
planning (rencana tambahan yang melengkapi rencana utama)
Jenis rencana perusahaan ditinjau dari
tempat perusahaan, yaitu:
1. Rencana
perusahaan pusat (center planning)
2. Rencana
perusahaan cabang (regional branch planning)
Prosedur perencanaan
Prosedur (langkah-langkah) perencanaan yang baik
dilakukan dengan sebagai berikut:
1. Menjelaskan
dan mengetahui dahulu masalah, usaha dan tujuan yang akan di rencanakan itu
2. Mengumpulkan
data , informasi, dan fakta yang diperlukan secukupnya.
3. Menganalisis
dan mengklasifikasidata, informasi, dan fakta serta hubungan-hubungannya
4. Menetapkan
rencana premises, dan hambatan-hambatan serta hal-hal yang
mendorongnya.
5. Menentukan
beberapa alternatif
6. Pilihlah
rencana yang terbaik dari alternative-alternatif yang ada.
7. Tetapkanlah
urutan-urutan dan penetapan waktu secara rinci bagi rencana yang di usulkan
itu.
8. Laksanakanlah
pengecekkan tentang kemajuan rencana yang diusulkan.
Pertanyaan-pertanyaan
pokok dalam perencanaan
Pertanyaan-pertanyaan pokok dalam perencanaan
(basic question of planning), yang harus di jawab olehbperencana, yaitu what,
where, why, when, who and how disingkat 5W+1H
Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab secara
ilmiah, artinya atas hasil analisis, data, informasi, dan fakta, supaya rencana
yang dibuat itu relatif baik pelaksanaannya mudah dan tujuan apa yang
diinginkan akan tercapai.
1) What (apa)
Apa yang akan dicapai, tindakan apa yang harus
dikerjakan untuk mencapai sasaran-sasaran dan prasarana apa yang diperlukan
harus ada penjelasan dan rinciannya
Factor produksi apa yang di perlukan untuk
melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut supaya tujuan-tujuan tercapai.
2) Why (mengapa)
Mengapa itu menjaadi sasaran, mengapa ia harud
dilakukan dengan memberikan pennjelasan, mengapa ia harus di kerjakan dan
mengapa tujuan itu harus tercapai.
3) Where (di
mana)
Di mana ia akan dilakukan (pemilihan tempat
perusahaan), perlu di jelaskan dan diberikan alas an-alasannyaberdasarkan
pertimbangan ekonomis. Dimana tempuat semua kegiatan harus di kerjakann, dengan
demikian tersedia semua pasilitas yang diperlukan untuk mengerjakan semuanya.
4) When (kapan)
Kapan rencana akan dilakukan, jadi penentuan
waktu dimulainya rencana. Penjelasan waktu mulainya pekerjaan baik untuk
tiap-tiap bagian maupun untuk seluruh pekerjaan harus ditetapkan standar waktu
untuk memilih pekerjana-pekerjaan itu. Alas an-alasan memilih waktu itu harus
di berikan penjelasan sejelas-jelasnya
.
5) Who (siapa)
Siapa yang akan melakukannya, jadi pemilihan dan
penempatan karyawan, menetapkan persyaratan dan jumlah karyawan yang akan
melakukan pekerjaan, luasnya wewenang dari masing-masing pekerja.
6) How (bagaimana)
Bagaimana mengerjakannya, perlu diberi
penjelasan mengenai teknik-teknik pengerjaannya
Itu perencanaan suatuu usah didasarkan atas
jawaban pertanyaan-pertanyaan (5W+H) dengan baik maka rencana yang di hasilkan
akan baik pula, rusaknya sangat kecil dan pelaksanaannya sangat mudah dan
tujuan yang diinginkan akan tercapai.
Leuis A. Allen
Ia mengemukakan bahwa kegiatan-kegiatan yang
dilakukan dalam fungsi perencanaan, yaitu:
1. Forecasting (peramalan)
Perencanaan harus dapat meramalkan,
memperkirakan waktu yang akan datang tentang keadaan pasar, perkembangan
situasi konsumen, kemajuan teknik, kebijaksanaan pemerintah, dan lain
sebagainya. Ramalan-ramalan itu disusun secara sistematis dan berkesinambung
serta berusaha mendahului kondisi-kondisi pada waku yang akan datang.
2. Plandshing
objectives (penetapan tujuan)
Dalam rangka meramal ini menejer harus
menentukan dengan tegas hasil apa yang diinginkan. Menetapkan tujuan ini adalah
tugas dari perencana (planner), Tujuan harus di kembangkan untuk menentukan
semua kegiatan yang akan di lakukan.
3. Programming (pemrograman)
Perencanaan harus menetapkan prosedur
kegiatan-kegiatan dan biaya-biaya yang di perlukan untuk setiap kegiatan demi
tercapainya tujuan yang diinginkan. Menejer memperkuat langkah-langkah tindakan
yang diambil berdasarkan prioritas pelaksanaannya.
4. Scheduling (penjadwalan)
Menejer harus dapat menetukan waktun waktu yang
tepat, karena itu merupakan suatu cirri yang penting dari suatu tindakan yang
baik. Menejer menentukan wakyu dari kegiatan-kegiatannya melalui penyusunan
jadwal, kapan harus dimulai dan berapa lama setiap aktivitas harus di kerjakan.
5. Budgeting (penganggaran)
Penyusunan anggaran belanja harus dilakukan oleh
perencana dalam mengalokasikan sumber-sumbrer dana yang ada serta penetapan
besarnya anggaran untuk setiap kegiatan yang akan di lakukan .
Dalam hal ini di tentukan alat-alat, tenaga
kerja serta fasilitas-fasilitas yang di perlukan untuk mencapai tujuan dan
melaksanakan acara-acara secara efektif dan efisien. Budgeting ini juga dapat
merupakan alat pengendalian dalam keuangan.
6. Develoving
procedure (pengembangan prosedur)
Untuk penghematan, evektifitas, dan keseragama
diusahakan sebaik-baiknya sehingga pekerjaan-pekerjaan tertentu harus dilakukan
secara yang tepat sama dimana pun pekerjaan itu di selenggarakan.
7. Establishing
and interpreting policies (penetapan dan penapsiran kebijaksanaan)
Untuk menjamin keseragaman dan keselarasan
mengurus masalah-masalah dan situasi pokok, seseorang menetukan, menetapkan
kebijaksanaan-kebijaksanaan, suatu kebijaksanaan adalah suatu keputusan yang
senantiasa berlaku untuk masalah-masalah yang timbul berulang-ulang dalam
perusahaan.
Job enrichment (pemerkayaan
pekerjaan)
Job enrichmen adalah usaha untuk
menggambarkan kembali pekerjaan guna untuk memperbaiki efisiensi tugas dan
kepuasan manusia dengan cara memperluas sikap dan kedalaman pekerjaan yang
diharuskan dan menyediakan lebih banyak otontas-otontas dan tanggung jawab bagi
si pekerja.
Job enrichtment ini sifatnya
vertical, artinya pemerkayaan pekerjaan itu harus diikuti dengan penambahan
kecakapn, keterampilan, dan pengalaman bekerja bersangkutan. Penambahan
pekerjaan itu tidak termasuk dalam job description pejabat
itu, tetapi kerna peningkatan kemampuan dan efisisnsi maka diberikan tambahan
pekeraan diluar job description-nya
Misalnya seorang dosen dalam job
description diberi tugas untuk memberikan kuliah dan menguji
mahasiswanya. Sedangkan kompensasi yang diterimanya hanya berdasarkan job
description-nya karna dosen tadi dianggap mampu, cukup, dan berpengalaman
maka dia di tugaskan membimbing skripsi sebagai pemerkayaan tugasnya.
Tujuannya adalah:
a) Menyediakan
pekerjaan yang paling berarti dan menarik bagi seorang pekerja
b) Memanfaatkan
secara optimal potensi, keteramplan, dan keahlian pekerja.
Job enrichment biasanya diberikan
kepada pejabat yang akan di promosikan.
Job enlargement
Job enlargement adalah pemerkayaan
jenis pekerjaan seorang karyawan yang sifatnya horizontal, tetapi tidak perlu
diikuti penambahan kecakapan keterampilan misalnya, seorang pesuruh dalam
job description-nya hanya membersihkan dan membuat minuman, tetapi
tugasnya ditambah untuk mengantarkan surat ke kantor pos.
1.PERENCANA (PLANNER)
Perencanaan diproses oleh perencana dan hasilnya
berupa rencana perencanaan bersifat dinamis, sedangkan rencana bersifat statis,
yang didalmnya lebih di tetapkan tujuan dan pedoman pelaksanaannya. Rencana
inilah yang akan dilakukan oleh para pelaku manajemen ini.
Siapakah perencana itu?
Pada dasarnya semua menejer melakukan
perencanaan dan menjadi perencana (planner) perbedaannya hanya terletak dalam
luasnya rencana yang biasanya. Semakin tinggi posisi pejabat dalam organisasi
maka semakin luas bidang rencana yang di susunnya, sepertinrencana menyeluruh
(aster plan), dan rencan teknik pelaksanaannya.
Perencanaan itu adalah:
1. Menejer
yang melakukan perencanaannya sendiri
2. Menejer
yang melaksanakannya tetapi disesuaikan dengan usul-usul para karyawan
3. Menejer
yang menetapkan baga, bawahan yang merencanakan
4. Bawahan
yang merencanakan dan menejer yang menentukan
5. Joint
participation in planning
Manajer melaksanakan
perencanaannya sendiri
Dalam hal ini menejer secara individu melakukan
perencanaannya sendiri tanpa mengikut sertakan bawahannya.
Kebaikannya:
1. Penyusunan
rencana relatif cepat
2. Biaya
perencanaan relatif kecil
3. Rencana
cukup praktis dan fleksibel
4. Memungkinkan
dekatnya manajer dengan masalah yang bersangkutan
Keburukannya:
1. Menghabiskan
banyak waktu manajer , sehingga waktunya untuk meminpin berusahaan berkurang
2. Rencana
yang di susun relatif kurang baik, karena tidak mendapatkan pertimbangan,
pendapat, sasaran dari para bawahan.
3. Pengembangan
dan pembinaan karyawan serta kebaikan menejemen partisipasi tidak di manfaatkan
Manajer melaksanakannya,
tetapi disesuaikan dengan usul bawahan.
Dalam rencana ini disusun oleh manajer, tetapi
penyusunannya didasarkan atas informasi, usul-usul, dan saran-saran bawahan.
Kebaikannya:
1. Partisipasi
bawahan dalam perencanaan dimanfaatkan
2. Mendorong
bawahan untuk berinisiatif
3. Partisipasi
bawahan untuk melaksanakan rencana akan lebih baik
4. Rencana
relatif baik, karna mendapat saran-saran, pertimbangan-pertimbangan yang lebih
baik.
5. Bawahan
akan lebih bergairan dalam bekerja, karena mereka merasa di hargai.
Keburukannya:
1. Waktu
dan biaya relatif lama dan besar
2. Rahasia
rencana kurang terjamin.
Manajemen partisipasi artinya mengikut sertakan
seseorang untuk memberikan partisipasi dalam melakukan perencanaan dan dalam
proses pengambilan keputusan terutama mereka yang secara langsung terlibat dan
bertanggung jawab melakukan masalah-masalah yang akan dibereskan.
Manajer menentukann
bagan dan bawahan yang merencanakan
Manajr menetapkan dan memberikan bagan,
berdasarkan bagan bawahan itu menyusun rencana detailnya.
Kebaikannya:
1. Mendorong
bawahan untuk berinisiatif dan berkreasi
2. Penerimaan
rencana oleh bawahan akan lebih baik
3. Realisasi
perencanaan akan lebih mudah, karena mendapat dukungan dari bawahan
4. Memanfaatkan
partisipasi, kecakapan, dan keterampilan bawahan
5. Realisasi
perencanaan akan lebih terjamin
6. Waktu
manajer untuk keperluan lain lebih banyak.
Keburukan:
1. Wakyu
dan biaya perencanaan akan relatif lama dan banyak
2. Menyingkirkan
manajer dari waktu perencanaan, akibatna mengurangi wibawanya
3. Keadaan
umum perusahaannya kurang di pahami, akibatnya rencana itu kurang lewes dan
kurang menyeluruh.
Bawahan yang
merencanakan dan manajer yang memutuskan
Perencanaan seperti ini artinya bawahan yang
merencanakan dan manejer diminta untuk menyetujiunya.
Kebaikannya:
1. Meringankan
tugas manajer dalam perencanaannya.
2. Pembinaan
dan pengembangan bawahan lebih baik
3. Bawahan
akan berpartisipasi dalam perencanaan
Keburukan:
1. Adanya
resiko bahwa rencana itu kurang mantap dan kurang sesuai
2. Kesertaan
manajer dan pentingnya pranan pribadinya berkurang
Joint participation in
planning
Dalam hal ini joint participation in
planning dilakukan dengan cara:
1. Mengadakan
konsultasi, semua mengambil bagian dari perencanaan. Ini akan menimbulkan
semangat kerja pada bawahan.
2. Manajer
dapat menugaskan suatu komite dalam perencanaan
3. Manajer
juga dapat menugaskan tim-tim dalam perencanaan
Dalam rancngan perencanaan diatas tidak ada yang
paling baik, tergantung pada mudah, kerahasiaan dan pentingnya hal yang akan
direncanakan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam manajemen segala sesuatu yang harus dilakkan
dimulai dari perencanaan, karena pengarahan,pengorganisasian,pengontrolan
diawali oleh perencanaan, karena perencanaan adalah tolak ukur suatu
keberhasilan dalam manajemen.
Saran
Sebaiknya
dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam berbagai bentuk organisasi
menggunakan proses dasar manajemen berupa perencanaan.
Dalam
sebuah perencanaan perlu memperhatikan sifat rencana yang baik untuk mencapai
hasil yang diinginkan.







0 komentar:
Posting Komentar